Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » FP2L Adukan KPU Lembata Ke DKPP Gara-Gara Tak Indahkan Rekomedasi Panwaslih

FP2L Adukan KPU Lembata Ke DKPP Gara-Gara Tak Indahkan Rekomedasi Panwaslih

(1422 Views) November 14, 2016 8:06 am | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata bersikukuh mempertahankan Eliaser Yentji Sunur sebagai calon bupati, dan menolak rekomendasi Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Lembata untuk membatalkan pencalonannya. Buntutnya, Forum Penyelamat Lewotana Lembata (FP2L) mengadukan lima (5) komisioner KPU Lembata ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Saya sudah di Jakarta. Saya langsung adukan mereka ke DKPP berdasarkan surat jawaban mereka (KPU Lembata-Red) atas rekomendasi yang dikeluarkan Panwaslih. Kita uji ini melalui DKPP,” ujar Alex Murin, koordinator FP2L, menjawab aksiterkini.com, Senin (14/11/2016).

KPU Lembata dalam suratnya nomor: 209/KPU-KAB.018.434047/XI/2016 tertanggal 13 November 2016 perihal: tindak lanjut pelanggaran Pemilu, ditandatangani oleh lima (5) komisioner KPU, Petrus Payong Pati (ketua) dan anggota Gabriel Tobi Sona, Barnabas Hapu Ndima Marak, Yusuf Mawardi Paokuma dan Charles Primus Kia. Dalam suratnya, mereka menguraikan bahwa KPU Lembata sudah mendapat petunjuk tertulis dari KPU Propinsi NTT nomor: 700/KPU-Prov.018/XI/2016, serta merujuk pada Ketentuan Umum pasal 1 angka 19 Peraturan KPUNomor 9 tahun 2016.

“Calon bupati atas nama Eliaser Yetji Sunur, tidak dapat disebut sebagai petahana karena yang bersangkutan telah selesai masa jabatannya pada tanggal 25 Agustus 2016 sehingga saat mendaftarkan diri sebagai calon bupati Kabupaten Lembata pada tanggal 22 September 2016 dan ditetapkan sebagai calon bupati pada tanggal 24 Oktober 2016, yang bersangkutan tidak sedang menjabat sebagai bupati,” tegas KPU Lembata dalam suratnya bertajuk: Tindak Lanjut Rekomendasi Panwaslih Kabupaten Lembata Terhadap Dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilu.

Karena itu, sambung KPU Lembata dalam suratnya, “Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lembata tidak dapat membatalkan Calon Bupati Kabupaten Lembata atas nama Eliaser Yentji Sunur karena yang bersangkutan bukan petahana”.

Selain dikirim ke Panwaslih Kabupaten Lembata, surat KPU Lembata itu juga ditembuskan ke KPU RI di Jakarta, Bawaslu RI di Jakarta, KPU Propinsi di Kupang, dan Bawaslu Propinsi di Kupang.

Menanggapi surat KPU Lembata, ketua Panwaslih Lembata, Rafael Boli Lewa menegaskan bahwa hal itu merupakan haknya KPU Lembata. “Bagi kami, Pak Eliaser Yentji Sunur adalah petahana. Jika KPU menyatakan dia bukan petahana, ya silakan diuji. Dan, kami menunggu saja proses selanjutnya,” tandasnya.

Dia menjelaskan bahwa Yentji Sunur terbukti melakukan mutasi ketika masih menjabat bupati Lembata. “Itu kan dilakukan enam (6) bulan sebelum penetapan calon. Karena itulah kami merekomendasikan untuk ditindak sebagai petahana,” jelas dia, menjawab aksiterkini.com.

Sementara itu, Alex Murin yang dihubungi melalui handphonenya menegaskan bahwa pihaknya akan mengadukan hal ini ke DKPP. “Saya segera ke DKPP, untuk menguji apakah langkah KPU yang benar atau Panwaslih yang benar,” tandasnya.

Ketua KPU Lembata, Petrus Payong Pati yang dihubungi berkaitan dengan sikap FP2L, yang akan mengadukan mereka ke DKPP menyatakan, “Kita ikuti proses. Itu hak FP2L.”

Sebelumnya, Yentji Sunur juga menyatakan akan mengadukan Panwaslih ke DKPP. Dan, ketua Panwaslih Rafael Boli Lewa menyatakan, “Kami tunggu saja, dipanggil (DKPP) ya kami menghadap.”

Lebih lanjut, Boli Lewa menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Bawaslu Propinsi di Kupang dan Bawaslu RI di Jakarta, untuk menyikapi surat KPU Lembata. “Kami harus berkoordinasi dulu ke atas, baru bisa mengambil sikap,” tegasnya. (at01)

Topik:
News:

No comment for FP2L Adukan KPU Lembata Ke DKPP Gara-Gara Tak Indahkan Rekomedasi Panwaslih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *