Menu Click to open Menus
Home » HUKRIM » Forum Peduli Kesejahteraan Difabel dan Keluarga Lembata Dideklarasikan; Desak Tuntaskan Kasus Pemerkosaan

Forum Peduli Kesejahteraan Difabel dan Keluarga Lembata Dideklarasikan; Desak Tuntaskan Kasus Pemerkosaan

(590 Views) July 6, 2018 10:27 am | Published by | No comment

Katarina Veronika Monu Mudapue

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Forum Peduli Kesejahteraan Difabel dan Keluarga (FPKDK) Kabupaten Lembata dideklarasikan, Jumat (6/7/2018) bertempat di aula Kantor Bupati Lembata. Deklarasi  ditandai pembacaan dan penandatanganan naskah deklarasi dilanjutkan dengan pemukulan gong oleh Pejabat Sekda, Drs. Atanasius A. Amuntoda, MSi.

FPKDK Lembata diketuai Katarina Veronika Monu Mudapue, Wakil Ketua, Agus Banin, Sekretaris Ramsya Langoday  dan Bendahara Margareta Kleden dilengkapi sejumlah divisi.

Ketika memberikan sambutannya, Mudapue menyebutkan saat ini terdata 1.448 difabel di Kabupaten Lembata. Dia mengingatkan difabel bukan disabilitas, bukan orang yang tidak mampu tetapi orang yang memiliki kemampuan khusus. Karena itu mereka memiliki hak yang sama layaknya di tengah kehidupan.

Faktanya, di tengah masyarakat difabel sering dinomorduakan, dikucilkan dari pergaulan bahkan tidak jarang dijadikan obyek seks. Inilah yang menginisiasi dibentuknya forum ini, agar menjadi wadah untuk aspirasi mereka sekaligus rumah bersama dimana mereka bisa mengaktualisasikan potensi diri dan bergerak menuju kemandiriannya dalam segala aspek kehidupan. “Forum ini menjadi lembaga inklusif yang responsif pada kebutuhan difabel,” ujar Mudapue

Terbentuknya FPKDK Lembata diakui Mudapue, tidak terlepas dari campur tangan FK-KDAD Caritas Keuskupan Larantuka,para imam se Dekenat Lembata dan pemerintah Kabupaten Lembata. Sejauh ini, untuk hak politiknya, KPUD Lembata beekerja sama dengan forum melakukan sosialisasi Pilgub.

“Tentu saja Difabel dan segala masalahnya bukan hanya milik forum atau Dinas Sosial saja tetapi juga OPD lainnya. Kantor bupati misalnya, perlu memperhatikan kebutuhan sahabat difabel,” ujar Mudapue seraya menambahkan saat ini, FPKDK sedang memperjuangkan adanya Perda Difabel di Kabupaten Lembata.

Salah seorang difabel Yudi Korohama yang berbicara mewakili kelompok difabel mengatakan, keinginan mereka sederhana saja, hanya butuh disetarakan dengan masyarakat lainnya.

Sebelum menutup pidatonya, Mudapue secara tegas meminta kepolisian agar mengusut tuntas kasus pemerkosaan terhadap salah seorang difabel yang terjadi pekan ini di Kota Lewoleba. Pelaku yang berjumlah tiga orang—dua melarikan diri dan belum ditangkap–agar dihukum setimpal dengan perbuatannya.

Sebelumnya, Ketua FK-KDAD Caritas Keuskupan Larantuka, Arnold Uran menyampaikan terima kasih atas semua pihak termasuk pemerintah Kabupaten Lembata yang terbuka menerima dan mendukung keberadaan forum untuk wadah kaum difabel di Lembata.

Pejabat Sekda Lembata, Anatasius Amuntoda dalam sambutannya mewakili Bupati Lembata, mengatakan untuk difabel, pemerintah akan menganggarkannya dalam APBD.

Kegiatan deklarasi ini diawali dengan doa, yang dipimpin Romo Wens Herin, PR, pastor Paroki Kristur Raja Wangatoa. (ona)

No comment for Forum Peduli Kesejahteraan Difabel dan Keluarga Lembata Dideklarasikan; Desak Tuntaskan Kasus Pemerkosaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.