Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Esthon Foenay: Cabup-C awabup Gerindra Tergantung Pilihan Ketua DPC Flotim !

Esthon Foenay: Cabup-C awabup Gerindra Tergantung Pilihan Ketua DPC Flotim !

(3035 Views) July 3, 2016 10:29 am | Published by | No comment
TiasEan-EstonFoenay2

Esthon Foenay (kanan) bersama Matias Werong Ena.

LARANTUKA, aksiterkini.com–Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) NTT, Ir. Esthon Foenay, MSi menegaskan, penentuan pasangan Calon Bupati dan calon Wakil Bupati dari Gerindra untuk Pilkada Flotim 2017 sangat ditentukan oleh ketua DPC Gerindra Flotim, Matias Werong Ena, ST. “Apa yang diputuskan oleh beliau selaku ketua DPC Gerindra Flotim, maka itulah kepercayaan dari rakyat Flotim,” tandasnya.

Hal ini disampaikan Esthon Foenay menjawab aksiterkini.com ketika ditemui selepas menyaksikan partai final pertandingan sepakbola Sinyo Aliandu Cup 2016 di Lapangan Ile Mandiri, Larantuka, Jumat (1/7) malam. Berikut petikan wawancara Frank Lamanepa dari aksiterkini.com dengan mantan Wakil Gubernur NTT terebut, yang didampingi Ketua DPC Gerindra Flotim, Matias Werong Ena di Hotel ASA Larantuka.

Bisa dijelaskan maksud kunjungan Anda ke Larantuka?

Kehadiran saya di Larantuka, yang pertama karena menghadiri undangan penutupan Sinyo Aliandu Cup yang digagas oleh Pak Farry Francis yang kebetulan anggota DPP Partai Gerindra sekaligus Ketua Komisi V DPR RI. Dan selain untuk rekonsolidasi partai karena saya dan Pak Cristian Rotok secara bertahap mengunjungi berbagai daerah di NTT untuk maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2018-2023, juga ingin mendengar secara langsung proses daripada pilkada Flotim yang sementara diidentifikasi terhadap seluruh kandidat-kandidat, baik yang mendaftar ke partai Gerindra maupun tidak. Sehingga dalam nanti fit and proper test, kita menetapkan calon bupati, kita sudah dengar secara langsung dari rakyat: rakyat maunya begini. Kita tidak mau menetapkan calon nanti untuk kalah.

Baru saja Partai GERINDRA melaksanakan survey untuk tiap Balon yang telah mendaftar maupun yang tidak untuk Pilkada. Apa fungsi survey bagi Gerindra, sebagai tools ataukah sebagai penentu keputusan?

Jadi survey pertama untuk mengetahui elektabilitas. Artinya ingin mengetahui representase dari dukungan masyarakat secara sample. Yang kedua, dinamika dan aspirasi masyarakat itu sebagai salah satu parameter. Sebagai salah satu parameter untuk dijadikan pertimbangan yang sangat mendasar untukbisa menetapkan calon bupati dengan berbagai dasar dan argumentasi politik. Itu hal yang pertama.

Hal yang kedua, kalau kita survey,  biar masyarakat bisa menyampaikan bukan? Ini calon bupati barangkali mereka perlu dilanjutkan oleh karena bentuk kepedulian dan perhatian kepada rakyat sangat luar biasa. Dong sendiri becerita secara langsung.

Yang ketiga eksistensi terhadap Partai Gerindra saat ini. Juga manfaat ke depan. Baik untuk pilkada, bupati maupun gubernur, dan pilpres.

Dan tentang Fit and Proper Tes, kapan dilaksanakan? Apakah berlaku untuk semua balon yang telah mendaftar dan adakah indikator-indikatornya bagi yang akan ikut?

Akan terjadi setelah Lebaran. Dan sikap DPD Partai Gerindra, sedapat mungkin semuanya ikut. Tetapi kita pernah menghimbau agar ada pendaftaran. Kalau dia tidak mendaftar kembali berarti dia tidak memenuhi syarat to? Berarti dia tidak dilayani.

Artinya akan dibuka pendaftaran baru bagi yang akan mengikuti Fit and Proper Test?

Bukan. Bukan pendaftaran baru. Yang sudah mendaftar, dia harus mendaftar lagi dengan pasangannya. Jangan sampai suruh kita kasih kawin, bukan? Kan ada yang daftar tunggal, baru dia bilang kita terserah partai mau wakilnya siapa. Waw, tidak bisa begitu?

Itu artinya peluang besar bagi balon bupati yang daftar ulang ke Gerindra dengan pasangannya dan partai pengusung?

Ia. Pendaftarannya. Tapi, penetapan sebagai calonnya tidak otomatis.

Jadi hanya dengan membawa calon wakil dan partai pengusung, maka berhak mengikuti fit and proper test?

Jadi itu hanya diketahui di dalam fit and proper test. Kalau sekarang saya kasih anda lima (5) kursi, anda punya berapa kursi, bukan? Anda bawa berapa kursi. Ini tentang kapasitas anda. Jadi lengkapnya bagaimana tentang elektabilitasnya anda, kualitasnya, kapasitas, dan isi tas.

Isi Tas? Bagaimana anda mengetahui isi tas para balon?

Perlu kejujuran, bukan? Jujur. Saya hanya siap begini.  Bukan malah tidak bicara kesiapan atau melebih-lebihkan kesiapan yang ternyata jauh berbeda. Ada beberapa pengalaman pemilihan kepala daerah  tingkat kabupaten, akhirnya partai melalui fraksi membantu realisasinya kepada calon yang partai usung.

Apakah ada pengaruh bagi balon yang datang dengan isi tas paling besar dan pentingkah itu bagi DPD Gerindra?

DPD Gerindra tidak sedetail itu. DPD hanya melihat hal-hal yang menyangkut porsi untuk bisa sama-sama bertanggungjawab. Misalnya biaya saksi, biaya pelatihan saksi, biaya rapat koordinasi dengan partai koalisi, bukan? Biaya untuk sosialisasi secara bersama-sama. Kalau yang bersangkutan sudah menjabarkan itu, itu berarti partai akan siap membantu sesuai dengan kemampuan partai.

Ini langkah untuk menjaga kewibawaan dan nama baik partai. Kita tidak ingin nanti pelaksanaannya di lapangan justru berbeda. Misalnya, hal yang paling dasar tentang biaya saksi. Partai tidak ingin reaslisasi biaya saksi justru tidak sesuai dengan apa yang telah dialokasikan. Termasuk paling jauh terkait dengan bagaimana jika ada proses persengketaan hasil pemungutan dan perhitungan suara.

Dari poin-poin tadi:  elektabilitas, kualitas, kapasitas, isi tas, menunjukkan calon pasangan dan bakal partai koalisi, poin mana menurut anda yang paling tinggi bobot penilaiannya?

Kepercayaan rakyat.

Maksud anda?

Elektabilitaslah yang paling tertinggi. Karena begini, rakyat kalau sudah percaya, tidak diberi uangpun dia tetap memilih. Karena apa? Rakyat sekarang sudah sangat cerdas dan sangat cermat. Sekarang dinamika pemilih berbeda. Tidak seperti dahulu.

Itu artinya bagi bakal calon Gerindra dari Flotim yang tingkat elektabilitasnya paling tertinggi dalam survey, diprioritaskan sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati; atau?

Artinya begini, kalau kader memang diprioritaskan. Tapi nanti di dalam fit and proper test  untuk setelah diwawancarai para balon, dari partai juga dikonfrontir terhadap kader yang berniat maju. Misalnya untuk Flotim yang sudah ada balonnya dan berniat menggandeng kader partai. Sebut saja Pak Matias (Ena Ketua DPC Gerindra-red) misalnya. Beliau punya potensi, tetapi tidak mendaftar dan tidak berniat maju sebagai calon; itu hak politik beliau. Tidak bisa dipaksakan. Kita sudah lakukan pendekatan.

“Bagaimana Pak Tias, bersedia menjadi calon?”

“Sudah pak. Saya merasa talenta keberkatan saya dengan kepercayaan dari rakyat ada di Wakil Ketua DPRD Flotim. Itulah rencana Tuhan dan saya melaksanakan tugas mulia itu saja”.

Inilah salah satu contoh punya elektabilitas baik tapi  tidak bisa otomatis menjadi calon. Jadi tidak punya korelasi yang signifikan dalam mengambil keputusan. Artinya ya check, crosscheck, dan recheck.

Dari hal di atas, saya dapat memahami prinsip anda sebagai Ketua DPD dalam penentuan calon bupati. Lalu bagaimana jika prinsip itu berbeda dengan para petinggi partai?

Kita memang perlu saling menghormati.  Tapi di berbagai kesempatan Pak Prabowo Subianto selalu bilang bahwa khusus NTT, panglimanya itu Eston Foenay. Itu perkataan dari pendiri Gerindra sendiri. Maka terkait dengan Gerindra Flores Timur, kalau pak ketua DPC sampaikan bahwa beliau tidak berniat maju, maka tidak bisa dipaksakan. Keinginan menjadi kepala daerah itu mesti muncul dari hati. Bukan paksaan dari pihak lain.

Prabowo Subianto sudah percayakan itu. Tapi bisakah dipertegas bagaiman sikap anda jika kehendak petinggi partai lainnya, berbeda? Dan bagaimana sikap anda menghadapinya?

Begini, sebagai ketua DPD pemegang mandat organisasi itu, saya lebih tau. Memang keputusan itu ada di DPP. Tetapi khusus untuk Eston Foenay, saya juga anggota pembina DPP. Pembina dan pendiri partai itu hanya ada sembilan (9) orang, dan saya salah satunya.

Bisa anda lebih pertegas soal sikap anda ini?

Tentang keputusan penetapan calon di Flotimi ini, mekanismenya sudah ada kok. Wewenangnya memang berada di pusat. Tetapi biasanya dalam menetapkan itu, kita konsultasi dan memutuskan secara bersama. Karena selain saya sebagai ketua DPD, saya juga mantan wakil kepala daerah. Sebagai birokrat, saya sudah 32 tahun melalang-buana di NTT. Jadi cukup tau banyak sepak terjang beberapa figur. Memang masukan dari berbagai pihak itu baik, tetapi yang baik itu belum tentu benar. Dan benar itu belum tentu tidak baik. Sekali lagi, saya sangat mengenal seluruh kabupaten dan kota di NTT.

Untuk  penentuan calon bupati dari Gerindra Flotim, hari ini publik mengharapkan ketegasan anda untuk mampu tegakkan otonom dalam memutuskannya. Betulkah demikian?

Kita harus akui secara jujur, bahwa belum tentu yang kita putuskan itu paling baik dan paling benar. Tetapi untuk NTT, Gerindra adalah pemenang ketiga pileg terakhir. Di provinsi kita dapat wakil ketua DPRD dengan delapan (8) anggota, tiga (3) ketua DPRD yaitu Kabupaten Kupang, Belu, dan Manggarai, dan sembilan (9) wakil ketua DPRD. Artinya apa? Bahwa kepercayaan rakyat terhadap partai  ini memang sangat besar. Maka untuk pemilihan kepala daerah juga tak jauh berbeda.

Kapan SK Calon Bupati Gerindra untuk Flotim ditetapkan?

Waktunya belum bisa dipastikan. Terpenting jangan di bulan September. Agar pasangan calon punya waktu untuk bersosialisasi dengan rakyat. Bisa jadi hanya beberapa minggu sebelum pendaftaran ke KPUD.

Apakah itu tidak mengganggu terbentuknya koalisi partai atas waktu yang demikian sempit?

Saya kira tidak. Untuk koalisi kita sama-sama usahakan. Calon maupun partai. Koalisi tidak mungkin dipaksakan. Butuh saling mengenal dan mengerti.

Eston-Yosni3

Esthon Foenay (kiri) ketika menyambangi calon petahana, Yoseph Lagadoni Herin di rujab Flotim .

Menurut anda antara calon incumbent dengan yang tidak, bagaimanakah peluangnya ditetapkan sebagai calon dari Gerindra?

Semua balon itu baik adanya. Tetapi kita mesti mencari terbaik diantara yang baik itu dan yang berpeluang menang. Kita tentu tidak menentukan calon untuk kalah. Untuk itu kita tidak menentukan semena-mena. Perlu masukan dari semua pengurus.

Bagaimana mencari yang berpeluang menang?

Dalam perjalanan saya di Larantuka ini, dari berbagai pihak saya telah mendapat banyak masukan. Satu yang terpenting, kita punya organisasi. Maka keharusan bagi kami untuk mendengar suara dari DPC Flotim.

Dari para balon yang telah mendaftar di Gerindra siapakah menurut Anda yang dapat memenangkan Pilkada Flotim 2017?

Saya baru datang tadi pagi. Jadi pertanyaan itu akan saya jawab dengan pasti besok (Sabtu, 2/7).

Terkait dengan keharusan mendengarkan DPC Flotim, apakah Anda ingin mengatakan bahwa calon bupati dari Gerindra Flotim sesuai dengan pilihan ketua DPC?

Itu mutlak. Kalau tidak mempercayai ketua DPC, lalu mempercayai siapa lagi? Apa yang diputuskan oleh beliau selaku ketua DPC Gerindra Flotim, maka itulah kepercayaan dari rakyat Flotim.(*)

Topik:
News:

No comment for Esthon Foenay: Cabup-C awabup Gerindra Tergantung Pilihan Ketua DPC Flotim !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.