Menu Click to open Menus
Home » EKBIS » Ermelinda Kelen, Memproduksi Souvenir Berbahan Lokal

Ermelinda Kelen, Memproduksi Souvenir Berbahan Lokal

(861 Views) April 21, 2017 11:48 am | Published by | 1 Comment

 

Ermelinda tengah sibuk mengerjakan souvernir khas Lembata di kediamannya. (foto: san taum)

Namanya, Ermelinda Kelen. Perempuan dua anak itu sejak tahun 2000, mulai merintis usahanya di bidang kerajinan kreatif. Ia menghadirkan kerajinan souvenir khas Lembata.

Bertepatan hari Kartini, Jumad (21/4), aksiterkini.com mendatangi kediaman pengrajin souvenir khas Lembata ini.

Perempuan kelahiran Larantuka, 10 Maret 1975 itu nampak sibuk memilah pelepah pisang yang baik dari yang kurang baik. Pelepah pisang yang baik itu dilap dengan kain basah dengan air bercampur bubuk detergen dan garam.

Pelepah pisang itupun dipisahkan antara kulit dengan daging. Usai dilap, puluhan pelapah pisang itupun digantung untuk dianginkan. Hasilnya, Pelepah pisang kering itupun mejadi lebih berkilau, sekaligus lebih awet.

Setelah pelepah pisang itu mengering, Ermelinda merekatkan pelepah pisang itu pada media karton, kemudian dibentuk menyerupai pola tas dan beragam bentuk kerajinan lainnya. Setelah itu pelepah pisang itu divernis agar lebih tahan.

Dibantu suaminya, Saveraphel Korvandus Sakeng, kedua pengrajin kreatif inipun mulai membentuk pola sebuah tas. Sesekali keduanya terlibat diskusi tentang tata letak benang maupun pernak pernik lainnya. Selang beberapa waktu kemudian, Jadilah tas berbahan dasar pelepah pisang berpadu sarung. Sangat khas Lembata.

Selain tas, Ermelinda juga memproduksi pernak pernik perhiasan untuk perempuan, kalung, gelang dan anting, berbahan dasar sarung tenun. Meski menggunakan peralatan sederhana serta memanfaatkan bahan lokal, Ermelinda tekun menyelesaikan pernak pernik maupun tas yang dipesan konsumen.

Tidak mahal-mahal, sebuah tas anyaman yang dimodifikasipun dihargai 100 ribu rupiah. Demikian pula pernak pernik perhiasan perempuan, dihargai sangat terjangkau.

“Saya sedang mempersiapkan souvenir berupa tas, dan aneka souvenir untuk mengikuti Pameran di Jogjakarta. Kami difasilitasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT. Saya harap, pameran nanti menjadi ajang belajar dari teman-teman pengrajin lain. Selain menjajaki pemasaran di luar daerah,” ujar Ermelinda, ditengah kesibukannya menyelesaikan tas.

Ibu dari Mario Sakeng, kelas 4 SD, Moscati Sakeng, kelas 1 SD itu berharap dukungan pemerintah atau para pihak untuk bisa membeli mesin jahit konveksi, sebab proses menjahit selama ini mengandalkan jarum jahit sepatu.

Ermelinda mengaku menitipkan souvenir buatannya itu pada Kios Lembata Adventure milik rekannya, Andre dan Ani Lamak. Dari hasil kerajinannya, Ermelinda mengaku dapat membantu biaya sekolah anaknya dan makan sehari-hari. Namun ia mengaku, inovasi harus didukung peralatan yang memadai.

Salah satu sektor riil yang sangat layak menjadi prioritas adalah ekonomi kreatif. Presiden Joko Widodo optimistis bahwa ekonomi kreatif kelak menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Berbeda dengan sektor lain yang sangat tergantung pada eksploitasi sumber daya alam, kekuatan ekonomi kreatif lebih bertumpu kepada keunggulan sumber daya manusia. Karya seni, arsitektur, buku, inovasi teknologi, dan animasi, berasal dari ide-ide kreatif pemikiran manusia.(san taum)

1 Comment for Ermelinda Kelen, Memproduksi Souvenir Berbahan Lokal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.