Menu Click to open Menus
Home » GELIAT DESA » Enam Desa di Kabupaten Lembata Asistensi Ranperdes Perlindungan Buruh Migran

Enam Desa di Kabupaten Lembata Asistensi Ranperdes Perlindungan Buruh Migran

(955 Views) July 28, 2016 6:56 pm | Published by | No comment

Suasana asistensi Ranperdes Perlindungan Buruh Migran di enam desa.

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Enam Desa di Kabupaten Lembata melakukan asistensi Rancangan Peraturan Desa (Ranperdes) Tentang Perlindungan Buruh Migran atau TKI. Asistensi Ranperdes untuk enam desa ini dilakukan di Desa Tagawiti atas dukungan Pemerintah Desa Tagawiti dan Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS).

Enam desa itu terletak di Kecamatan Ile Ape dan Kecamatan Ile Ape Timur. Yakni, Desa Tagawiti, Beutaran, Dulitukan dan Lamawolo, Lamatokan, dan Desa Bao Lali Duli.

Kegiatan asistensi Ranperdes yang dilakukan pada hari Rabu (27/7), dipandu langsung oleh Zainul Lagawuri, SH dari Bagian Hukum Setda Lembata yang dihadiri oleh Pemerintah Desa dari 6  desa di wilayah kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur.

Program Officer YKS, Kor Sakeng mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Perumusan Peraturan Desa yang diikuti oleh aparat Pemerintah Desa dan Badan Perwakilan Desa (BPD) dari Desa Tagawiti, Dulitukan, Beutaran, Lamawolo, Lamatokan dan desa Bao Lali Duli.  Salah satu output dari pelatihan yang didukung Migrant Care dan MAMPU (Maju Perempuan untuk Mengurangi Kemiskinan) adalah menghasilkan draf Ranpersdes untuk 6 desa di wilayah program YKS.

Selanjutnya, demikian Sakeng, draf tersebut dilengkapi melalui proses konsultasi publik di tingkat desa untuk mendapatkan input dari masyarakat desa. Hari ini merupakan tahapan asistensi oleh Bagian Hukum Setda Lembata untuk melihat kembali baik dari sisi sistimatika maupun sisi isi (materi). Setelah itu, akan memasuki tahapan akhir yakni pengesahan Ranperdes menjadi Perdes.

Kepala Desa Tagawiti, Ismail Unu mengungkapkan bahwa Perdes yang bakal dilahirkan di 6 desa ini merujuk pada payung hukum di atasnya, yakni Perda No. 20 Tahun 2015 tentang Perlindungan TKI Lembata. “Kita bersyukur bahwa proses penyusunan ini dimulai dengan pelatihan penyusunan Perdes yang difasilitasi YKS. Dari situlah kita mengetahui tahapan-tahapan normatif dalam penyusunan sebuah regulasi sejenis Peraturan Desa ataupun Peraturan Daerah. Memang dari refleksi para Kepala Desa di 6 desa ini bahwa selama ini kita belum pernah dilatih tentang bagaimana cara dan proses penyusunan Perdes,” ungkap Unu.

Bagian Hukum Setda Lembata, Zainul Lagawuri,SH mengungkapkan bahwa dalam proses asistensi 6 Ranperdes ini, tidak ada perubahan yang signifikan kecuali ada tambahan pasal terkait pemeriksaan kesehatan untuk TKI Purna yang diusulkan masyarakat dalam proses konsultasi publik.

“Kalau kita melihat dari keseluruhan proses penyusunan Perda ataupun Perdes yang difasilitasi YKS, memang ini merupakan proses normal yang mestinya dilakukan dalam melahirkan regulasi baik di daerah maupun di desa. Kita berharap desa-desa lain di Lembata bisa difasilitasi dengan proses seperti ini,” ujar Nul, berharap.(rio)

Topik:
News:

No comment for Enam Desa di Kabupaten Lembata Asistensi Ranperdes Perlindungan Buruh Migran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.