Menu Click to open Menus
Home » HUKRIM » Dukung Reklamasi Pantai Balauring, Ali Kedang dan Hiro Bokilia Pimpin Aksi Unjukrasa

Dukung Reklamasi Pantai Balauring, Ali Kedang dan Hiro Bokilia Pimpin Aksi Unjukrasa

(690 Views) July 13, 2018 4:00 pm | Published by | No comment

Aksi unjukrasa yang digelar Kamis (12/7/2018). Tampak spanduk yang dicetak dan poster-poster dipajang. (foto: sius leumolong)

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Dua tokoh muda asal Kedang, Ali Kedang dan Hiro Bokilia nekad memimpin unjukrasa warga untuk mendukung pengerjaan reklamasi Pantai Balauring, Kamis (12/7/2018). Keduanya, melakukan orasi di gedung DPRD Lembata dan kantor Bupati Lembata.

Ali Kedang dikenal sebagai tokoh muda yang kritis terhadap pemerintahan Bupati Eliaser Yentji Sunur. Bahkan, ia sering terlibat aksi unjukrasa menentang kebijakan Bupati Sunur. Namun, kali ini, Ali yang dikabarkan sudah menjadi kader PDI Perjuangan Lembata, justeru berbalik mendukung kebijakan pemerintah.

Sedangkan, koleganya Hiro Bokilia adalah wartawan surat kabar harian terbitan Kota Kupang. Tokoh muda ini dikabarkan sudah bergabung dengan Partai Nasdem, dan akan ikut bertarung dalam pemilihan legislatif dari Daerah Pemilihan Lembata III, Omesuri dan Buyasuri.

Keduanya memimpin puluhan warga yang mengaku berasal dari Desa Balauring, Kecamatan Omesuri yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Lembata Pendukung Pembangunan di Kabupaten Lembata. Mereka mendesak DPRD Lembata agar mendukung pelaksanaan pembangunan reklamasi Pantai Balauring.

“Saya hadir disini untuk membela kebenaran, bukan memperjuangkan sesuatu yang tidak jelas, bukan kepentingan golongan tertentu, melainkan untuk kepentingan rakyat,” tandas Ali Kedang dalam orasinya.

Senada dengan Ali, Hiro Bokilia menegaskan bahwa pembangunan reklamasi Pantai Balauring merupakan aspirasi rakyat yang dijawab pemerintah. “Proyek ini bukan merupakan proyek siluman, sudah melalui proses dan bukan untuk menyusahkan masyarakat tetapi untuk melindungi masyarakat. Masyarakat Balauring harus mendukung pemerintah untuk melanjutkan proyek ini. Mari kita tinggalkan kepentingan pribadi atau golongan untuk mendukung pemerintah dalam membangun kabupaten Lembata tercinta,” tegas Hiro Bokilia.

Dalam aksi ini juga disampaikan penyataan sikap dari gerakan masyarakat pendukung Pembangunan di Kabupaten Lembata dan juga pernyataan sikap dan tuntutan masyarakat Balauring, yang disampaikan di depan gedung Peten Ina dan Kantor Bupati Lembata.

Ada 7 pernyataan sikap, ini disampaikan oleh Hasan antara lain; 1), mendukung sepenuhnya program pembangunan bupati dan wakil bupati yang tertuang dalam peraturan daerah kabupaten Lembata tentang rencana pembangunan jangka menengah kabupaten Lembata (perda RPJMD) sebagai arah kebijakan pembangunan bupati dan wakil bupati. 2) mendukung sepenuhnya program reklamasi pantai Balauring dalam rangka menjadikan Balauring menjadi kota kedua di kabupaten Lembata dan Balauring sebagai pertumbuhan ekonomi di wilaya Kedang.

Aparat Pol PP tampak bersiaga di depan gedung kantor Bupati Lembata. (foto: sius leumolong)

3), mendukung pemerintah untuk mengambil langkah-langkah strategis untuk menyelasaikan persoalan yang terjadi baik secara diplomasi maupun hukum. 4), SKPD teknis harus menyiapkan sumber daya manusia berupa pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat yang bersentuhan langsung dengan program

pembangunan saran pariwisata agar masyarakat bisa berdaya saing dalam menghadapi pasar wisata di Lembata. 5), DPRD Lembata hukumnya wajib harus mendukung proram pariwisata di Lembata karena program pariwisata adalah leading sector bupati dan wakil bupati.

6), DPRD Lembata jangan jadi penghambat percepatan pembangunan dengan membuat pernyataan di media massa sehingga dapat membetuk opini yang meresahkan masyarakat. 7), DPRD kabupaten Lembata dalam menjalankan tugas dan fungsinya harus sesuai dengan peraturan perudang-undangan yang berlaku.

Sementara ada 11 pernyataan sikap dan tuntutan masyarakat Balauring yang disampaikan Falentinus Tuaq.

Ada beberapa poin penting yang disampaikan antara lain: Masyarakat Balauring mendukung pembangunan pantai Balauring, Pemerintah Kabupaten Lembata perlu melakukan reklamasi karena desa Balauring merupakan ibu kota kecamatan dan perlu penataan pantai biar tidak terlihat kumuh jika dipandang dari pantai.

“Reklamasi tidak mengurangi nilai tangkapan masyarakat nelayan dan posisi air laut tetap sama sebelum dilaksanakan dan sesudah rekalamasi. Masyarakat tidak merasakan dampak negatif atas pembangunan rekalamasi. Masyarkat desa Balauring meminta Pemda Lembata untuk segera melanjutkan pembangunan reklamasi pantai Balauring.”

Surat Pernyataan ini ditandatangani oleh 322 masyarakat Balauring dan mendapat persetujuan dari kepala Desa Balauring, Syarif Pati Pilohi,SH.

Setelah melakukan aksinya di depan Kantor Bupati Lembata, Hasan dan Falentinus Tuaq pun menyerahkan pernyataan sikap dan tuntutannya kepada Pemerintah Kabupaten Lembata yang diwakili oleh Wenslaus Ose Pukan didepan kantor Bupati Lembata.

Yang menarik, aksi ini digelar bersamaan dengan sidang gugatan masyarakat adat Dolu terhadap Eliaser Yentji Sunur. Karena mediasi menemui jalan buntu, maka siding memasuki materi perkara. Kuasa hukum penggugat membacakan materi gugatannya.(sius/fre)

No comment for Dukung Reklamasi Pantai Balauring, Ali Kedang dan Hiro Bokilia Pimpin Aksi Unjukrasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.