Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Doktor Lanny Koroh: Penting, Informasi Tentang Pelecehan Seksual kepada Remaja

Doktor Lanny Koroh: Penting, Informasi Tentang Pelecehan Seksual kepada Remaja

(209 Views) November 1, 2017 11:42 am | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Intelektual sekaligus aktivis perempuan, Doktor Lanny Koroh memandang penting menginformasikan tentang pelecehan seksual kepada kalangan remaja. Selain dapat mengurangi kekerasan seksual, juga agar kalangan remaja tidak terus-terusan menjadi korban.

Hal itu disampaikan Lanny Koroh ketika berbicara di hadapan sekitar 142 siswa dan 16 guru/pegawai Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Lewolema, Welo, Flores Timur, Rabu (1/11/17). Dia berbicara seputar pelecehan seksual mengingat belakangan cukup ramai diberitakan soal kasus kekerasan seksual yang dialami remaja, siswa SMP.

Asal tahu saja, beberapa hari belakangan, Harian Pos Kupang, terbitan Kupang, memberitakan tentang  kasus pemerkosaan seorang ayah kepada anak gadisnya sendiri di Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Sadisnya, pelaku MM, ayah kandung korban, merekam hubungan seks dengan anaknya menggunakan handphone.

“Perilaku ini tergolong kejahatan yang sungguh keji. Pelaku pantas dihukum berat. Sementara korban perlu penanganan psikologis secara serius,” tandas doktor muda yang lebih dikenal sebagai Perempuan Biasa ini.

Untuk mengantisipasi sejak dini agar kejadian serupa tidak terulang lagi, magister linguistik jebolan Universitas Udayana, Bali, 2013, ini memandang perlu mengadakan sosialisasi dan pengenalan jenis-jenis pelecehan seksual kepada remaja. Ya, “Informasi tentang masalah seksual sudah seharusnya mulai diberikan agar remaja tidak mencari dari orang lain atau sumber-sumber lain yang tidak jelas atau bahkan keliru sama sekali. Informasi yang tepat membuat anak mengerti dan mampu menjaga dirinya, dan bisa menjaga pergaulan,” tandas Lanny.

Pada kesempatan itu, Dr. Lanny Koroh memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan seksualitas. Antara lain, mengenalkan sembilan (9) bentuk kekerasan seksual. Yakni perkosaan, pencabulan, pelecehan, eksploitasi seksual, perbudakan seksual, pemaksaan perkawinan, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan pelacuran dan pemaksaan aborsi.

Ia juga membeberkan data dari Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) bahwa 35 perempuan Indonesia menjadi korban kekerasan seksual setiap harinya.

Dikatakan, ada tiga (3) jenis pelecehan seksual. Yakni, Pelecehan Verbal, menggoda, bercanda, menyindir, berkomentar yang bersifat seksual dan menimbulkan rasa yang tidak aman dan nyaman pada lawan bicara.

“Menyebarkan cerita kehidupan seksual seseorang tanpa persetujuan. Memberi komentar seksual terhadap gaya berpakaian dan bentuk tubuh sesorang,” ucap dia soal pelecehan verbal.

Pelecehan non verbal, kata dia, seperti menunjukkan gerak gerik seksual yang tidak diinginkan, memperlihatkan alat kelamin kepada orang lain dengan melakukan gerakan seksual, memandang bagian tubuh seseorang secara seksual. Dan, ketiga, adalag Pelecehan Fisik, seperti memeluk dan mencium seseorang tanpa izin dan kesepakatan, menepuk dan mencolek seseorang dengan paksa, melakukan penyerangan seksual, dan memaksa melakukan tes keperawanan.

Aktivis perempuan yang menuntaskan pendidikan doktoral di Universitas Udayana, Bali, Juli 2017, ini, mengajak semua pihak untuk memerangi kekerasan seksual. “Mari, bersama kita perangi dan hapus kekerasan seksual. Kata-kata kunci dalam kekerasan seksual adalah tidak nyaman, dipaksa dan terpaksa,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Kepala SMPN 1 Lewolema, Solirus Soda, menyampaikan terima kasih kepada Lanny Koroh yang berkenan datang ke Welo, sebuah dusun kecil di Desa Painapang untuk bertemu, membagi informasi dan sharing dengan anak-anak SMPN 1 Lewolema tentang Pendidikan Seksual. “Informasi tentang pelecehan seksual penting untuk anak anak remaja agar mereka mampu menjaga diri dalam pergaulan dengan siapa saja di lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya. Kegiatan yang sama, bisa dilaksanakan juga pada sekolah sekolah lainnya,” kata Solirus.

Kegiatan hari itu, ditutup dengan pemberian tugas kepada peserta. Tugas yang diberikan adalah menuliskan sebuah cerpen tentang pelecehan seksual. Lima penulis terbaik dipilih dan mendapatkan hadiah buku yang diserahkan langsung oleh narasumber.

Lanny Koroh beberapa bulan terakhir sedang giat menjalin kerjasama dengan Agupena Flores Timur pimpinan Maksimus Masan Kian, yang juga guru pada SMPN 1 Lewolema. Mereka sedang mendorong gerakan Literasi di Flores Timur. Dia juga menjalin kerjasama dengan Asosiasi Peneliti Bahasa Lokal (APBL) Lembata dan Agupena Lembata.(fre/maksimus masan kian)

No comment for Doktor Lanny Koroh: Penting, Informasi Tentang Pelecehan Seksual kepada Remaja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *