Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Divonis 1 Tahun, Dua Anggota DPRD Lembata Nyatakan Banding

Divonis 1 Tahun, Dua Anggota DPRD Lembata Nyatakan Banding

(593 Views) April 12, 2016 12:49 pm | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com–Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lewoleba, Lembata akhirnya  menjatuhkan vonis 1 (satu) tahun penjara kepada dua anggota DPRD Lembata –Fransiskus Limawai dan Bediona Philipus– dalam sidang putusan atas dugaan pemalsuan dokumen uji petik dugaan pelanggaran UU oleh Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, Selasa (12/4).

Terhadap putusan tersebut, kuasa hukum para terdakwa Akhmad Bumi, SH menyatakan melakukan upaya hukum banding, sementara JPU mengatakan pikir-pikir dan diberi waktu satu minggu sejak sidang putusan tersebut.

Sebelum menyatakan banding atas putusan untuk terdakwa Fransiskus Limawai, Akhmad Bumi memberi beberapa catatan. Dia menyebutkan, banyak kejutan dalam keputusan hakim di luar fakta persidangan.

Contohnya, dalam keterangan saksi di persidangan menyatakan ketika dokumen uji pendapat diputuskan untuk dibawa kembali ke Lewoleba sempat terjadi perdebatan antara Bediona Philipus dengan Sulaiman Syarif di kamar salah satu hotel di Jakarta. Sementara dalam amar putusan majelis hakim menyatakan perdebatan terjadi antara Fransiskus Limawai dengan Sulaiman Syarif.

“Harapan saya pengadilan tidak menjadi tempat perdagangan perkara. Jangan hanya karena uang seratus, dua ratus juta rupiah, kebenaran dan keadilan digadaikan. Satu hal yang penting juga adalah Lembata tidak boleh dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Karena itu sampah dan kotoran harus dibersihkan dari Lembata,” ujar Bumi disambut tepuk tangan pengunjung yang berjubel di pintu ruang sidang.

Sejumlah anggota DPRD juga nampak hadir dalam ruang sidang dan di luar ruangan. Bahkan Ketua DPRD, Ferdy Koda dan Wakil Ketua, Yohanes De Rosari.

Terdakwa Fransiskus Limawai, usai putusan tersebut mengatakan putusan  hakim tidak mengacu pada fakta persidangan. Pertimbangan hakim lebih banyak didasarkan dari serpihan-serpihan keterangan para saksi di BAP yang merupakan hasil kong kali kong dengan penggugat.

Limawai juga menyatakan pengadilan kasus ini merupakan hal yang paling aneh di dunia. Sebab dokumen yang dinyatakan sah oleh lembaga DPRD tetapi dinyatakan palsu oleh orang yang bukan pemilik dokumen tersebut.

Sidang dipimpin Hakim  Ketua, IGN Putra Atmaja, anggota Avan Rizal Albone dan Arta Ario Putranto. (fince bataona)

Topik:
News:

No comment for Divonis 1 Tahun, Dua Anggota DPRD Lembata Nyatakan Banding

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.