Menu Click to open Menus
Home » EKBIS » Dishut Sosialisasi Peraturan Penatausahaan Hasil Hutan, dan Latih Olah Buah Mangrove

Dishut Sosialisasi Peraturan Penatausahaan Hasil Hutan, dan Latih Olah Buah Mangrove

(556 Views) December 23, 2016 2:45 am | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Pemerintah terus berupaya membenahi penatausahaan hasil hutan, baik kayu maupu non kayu. Ini dilakukan untuk menjamin hutan tetap lestari, dan masyarakat mendapatkan kemudahan dalam penatausahaan hasil hutan. Juga, untuk meningkatkan daya saing dan perbaikan tata kelola kehutanan dalam mengurangi ekonomi biaya tinggi.

Oleh karena itu, pemerintah melakukan perbaikan terhadap regulasi mengenai penatausahaan hasil hutan kayu maupun non kayu, baik yang berasal dari hutan negara maupun hutan hak.

Penerapan peraturan mengenai penatausahaan hasil hutan sering menemui kendala di lapangan, terutama antara petugas dengan masyarakat maupun petugas dengan pengusaha. Pasalnya, para pihak belum memiliki kesepahaman mengenai peraturan dan kebijakan tentang penatausahaan hasil hutan.

“Untuk itulah, diadakan sosialisasi peraturan penatausahaan hasil hutan bagi petugas kehutanan, penegak hukum, pelaku usaha di bidang kehutanan –pemilik chain saw, para penimpun hasil hutan kayu dan non kayu, para pemilik TPT serta pemilik bengkel kayu–, serta stakeholder lainnya,” jelas Kabid Kehutanan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Lembata, Linus Lawe, SHut kepada aksiterkini.com di Lewoleba, Rabu (21/12/2016).

Sosialisasi ini menghadirkan beberapa nara sumber dari Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi (BP2HP) Wilayah IX Denpasar (Materi: peraturan tentang penatausahaan hasil hutan alam dan hutan produksi), Dinas Kehutanan Propinsi Nusa Tenggara Timur (Kebijakan Umum Peredaran Hasil Hutan di Propinsi NTT), Balai Penegakan Hukum (GAKUM) Kehutanan Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Perlindungan dan pengawasan peredaran hasil hutan dan penanganannya). Awalnya, dijadwalkan menghadirkan juga Polres Lembata, namun Kapolres Lembata berhalangan.

Menurut Linus Lawe, kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan penyelenggaraan penatausahaan hasil hutan yang baik di Lembata. Juga, untuk membangun koordinasi, komunikasi dan harmonisasi antar aparat kehutanan di wilayah guna mendukung tertib penatausahaan hasil hutan.

Kegiatan diselenggarakan pada hasil Kamis (22/12/2016) di Hotel Olimpic, Lewoleba ini, diikuti peserta dari kalangan para kepala desa, Polisi Hutan, pemilik tempat penampung terdaftar (TPT), penimbun hasil hutan non kayu, Polsek dan Pospol se-Lembata, serta petugas kehutanan kecamatan (PPK). Juga, hadir staf syahbandar dan kantor perinjinan terpadu Lembata.

Olah Mangrove

Distanhut Lembata juga menggelar kegiatan pelatihan pengolahan buah mangrove atau biasa dikenal dengan nama bakau, menjadi makanan dan kosmetik. Instruktur pelatihan didatangkan dari kelompok wanita tani mangrove di Jembrana, Bali.

Peserta pelatihan sebanyak 25 orang yang berasal dari Dharma Wanita Distanhut Lembata dan kelompok wanita tani Lembata. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis (22/12) dan Jumat (22/12).(at01)

Topik:
News:

No comment for Dishut Sosialisasi Peraturan Penatausahaan Hasil Hutan, dan Latih Olah Buah Mangrove

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.