Menu Click to open Menus
Home » NASIONAL » Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum: Dari Lembata Bangun Potensi Maritim Nusantara

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum: Dari Lembata Bangun Potensi Maritim Nusantara

(725 Views) November 24, 2016 9:26 am | Published by | No comment

Sunaryo, Kasubdit Mitra dan Pemberdayaan pada Direktorat Ormas, Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri ketika menyampaikan sambutan.

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Soedarmo menyatakan sangat mendukung tema perayaan Hari Nusantara (Harnus) tahun ini, tata kelola potensi maritim Nusantara yang baik menuju poros maritim dunia, dengan sub tema: Dari Lembata Nusa Tenggara Timur Membangun Potensi Maritim Dunia.

“Anak-anak kita, generasi muda, harus semakin kita dorong mencintai laut. Kita tidak boleh berhenti pada slogan tentunya, tetapi marilah kita isi dengan program-program nyata yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat sendiri. Wawasan Nusantara harus kita beri isi konkrit,” tandas Soedarmo dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Sunaryo, Kasubdit Mitra dan Pemberdayaan pada Direktorat Ormas, Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, pada kegiatan Temu Warga Pesisir Membangun Komitmen Menjaga Kebersihan Pantai dan Laut Teluk Lewoleba, Rabu (23/11/2016).

Kegiatan yang diprakarsai LSM Pondok Perubahan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan puncak Harnus, 13 Desember 2016 mendatang. Pondok Perubahan melakukan kerjasama dengan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri.

Menurut Dirjen, tema utama perayaan Harnus adalah bagaimana menyatukan negara kepulauan dari segi politik, sosial dan ekonomi. “Kuncinya adalah perbaikan transportasi antar pulau melalui pembangunan jaringan angkutan laut yang handal. Konektivitas antar pulau yang baik adalah kunci penting bagi perbaikan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.

Dikatakan, ekonomi Indonesia harus lebih terintegrasi. “Dengan ekonomi yang lebih terintegrasi, Indonesia akan jauh lebih kuat menghadapi krisis. Kita bisa lebih mantap menatap ketidakpastian di pasar global yang makin terus bergejolak,” tandasnya.

Tak cuma itu. Dirjen Soedarmo juga menandaskan bahwa ekonomi yang terintegrasi juga meneguhkan ikatan kita sebagai NKRI. “Bagi saya, mengikat NKRI secara ekonomi tidak kalah pentingnya dengan mengikat NKRI secara politis. Bahkan, jika secara ekonomi kita tidak terintegrasi secara kokoh, NKRI bisa tergerogoti dan makin rapuh. Integrasi ekonomi yang kokoh tidak akan pernah kita dapatkan jika kita tidak menyatukan dan memberdayakan seluruh wilayah perairan kita,” ucap Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri.

Momentum Harnus, menurut dia, harus dipelihara dan terus dilanjutkan. “Mari kita menggelorakan budaya bahari. Mari kita semua mengoptimalkan perairan laut kita sebagai penyatu ekonomi. Mari kita pelihara laut kita sehingga anak cucu kita juga dapat menikmati dan memanfaatkannya secara lestari,” kata Soedarmo.

Dia mengajak semua pihak untuk peduli terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, terutama di pulau-pulau terluar dan menjadi beranda terdepan Indonesia. “Kita tidak boleh menutup mata bahwa kehidupan para nelayan, pembudidaya ikan, dan masyarakat di kawasan pesisir masih memprihatinkan. Kita bersama-sama harus memikirkan program-program nyata yang dapat meningkatkan taraf kehidupan saudara-saudara kita itu. Kita punya ribuan komunitas nelayan dan masyarakat pesisir yang tersebar di pulau-pulau kita. Sebagian besar mengalami keperpencilan dan isolasi. Nantinya, semua komunitas ini memiliki akses terhadap jaringan transportasi antar pulau, sehingga mereka tidak lagi tertinggal,” tegas Soedarmo.

Indonesia, jelas dia, dikenal sebagai negara mega biodiversity. Berbagai flora dan fauna tumbuh dengan mudah. “Kita mempunya 17.058 pulau dengan panjang pesisir 95 km serta mangrove 8 juta Ha, 25% ikan dunia, 12% mamalia, 17% burung, 10 % tanaman bunga, semua itu menjadi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi hidup bangsa ini,” ujarnya.

Pemerintah, kata dia, perlu mengeluarkan program yang pro lingkungan dan swasta diharapkan menyadari pentingnya pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Sedangkan, masyarakat diharapkan melakukan aksi-aksi ramah lingkungan hidup seperti memilah dan membuang sampah pada tempatnya, menanam dan memelihara pohon serta menggunakan energi secara bijak.

“Persoalan lingkungan tidak dapat dilihat sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, namun sangat terkait oleh perilaku manusia terutama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan perilaku melalui gaya hidup tentu saja merubah pola ekstraksi sumber daya alam dan energi yang ada. Manusia didorong untuk tidak menggunakan sumberdaya alam secara tidak berkelanjutan,” ucap Dirjen Soedarmo.(at01)

Topik:
News:

No comment for Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum: Dari Lembata Bangun Potensi Maritim Nusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.