Menu Click to open Menus
Home » GELIAT DESA » DESBUMI, Alternatif Model Perlindungan Buruh Migran

DESBUMI, Alternatif Model Perlindungan Buruh Migran

(1256 Views) May 11, 2016 1:46 pm | Published by | No comment

viktor madoJAKARTA, aksiterkini.com – Desa Peduli Buruh Migran yang disingkat Desbumi, merupakan salah satu alternatif dan perlindungan Buruh Migran atau TKI yang dimulai dari desa. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watun ketika tampil sebagai pembicara dalam Seminar Nasional MAMPU (Maju Perempuan untuk Mengurangi kemiskinan) yang digelar Partners Forum di Ball Room JS Luwansa, Kuningan-Jakarta, Rabu (11/5).

Betapa tidak, mayoritas pekerja migran Indonesia di luar negeri adalah perempuan. Karena itu, mekanisme pelayanan dan perlindungan buruh migran harus dimulai dari desa. Ungkap Viktor Mado Watun di hadapan 280 perempuan peserta seminar yang datang dari berbagai daerah di seluruh pelosok Indonesia.

Dalam kaitan dengan ini, demikian Viktor, untuk konteks Kebijakan Daerah yang dimiliki Kabupaten Lembata, Pemda Lembata telah menerbitkan Perda No. 20 Tahun 2015 tentang Perlindungan TKI Lembata. Di dalam Perda ini termaktub Desa TKI atau Desa Peduli Buruh Migran yang diatur dalam Bab IX Pasal 26. Desa memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan dan pelayanan sesuai dengan kewenangannya. Tandas Mado Watun yang akan mengakhiri jabatan Wakil Bupati di bulan Agustus ini.

Pemda Lembata tentunya berterima kasih kepada YKS dan Migrant Care yang didukung MAMPU melalui kerja sama antara Pemerintah Australia dan Indonesia. Suporting YKS dan Migrant Care yang kemudian direspon oleh DPRD Lembata dalam melahirkan Perda No 20/2015 ini, melalui insiatif DPRD Lembata. Ini merupakan salah satu capaian yang luar biasa dalam kerja program bersama MAMPU. Ungkap Viktor dalam sebuah obrolan di sela-sela seminar.

Direktur Migrant Care Anis Hidayah yang juga salah satu pembicara di sesi pleno Pekerja Migran dan Pekerja Rumahan, menandaskan bahwa DESBUMI merupakan sebuah desain konsep yang ditawarkan Migrant Care dan kini sedang dikembangkan mitra Migrant Care di 4 Propinsi dan 5 Kabupaten termasuk di dalamnya Kabupaten Lembata. DESBUMI merupakan sebuah model untuk membangun sistem perlindungan terhadap buruh migran dan keluarganya yang dimulai dari desa. Tentunya diharapkan ada mekanisme sistem yang integratik dan terkelola dalam tata p memerintahan terbawah yakni di Desa. Tandas Anis Hidayah merespon pertanyaan seorang peserta seminar terkait konsep DESBUMI.

Jika mekanisme sistem ini sudah diterapkan di tingkat desa, demikian Anis Hidayah, maka akan ada intervensi anggaran oleh desa yang bersumber dari Dana Desa. Pemerintah Daerah di tingkat Kabupaten, Propinsi dan Pusat, semestinya mendorong ini melalui regulasi ataupun kebijakan lainnya. Dalam draf amandemen UU 39 memang sudah ada cantolan tentang Desa dan kita berharap tidak ada angin yang menghilangkan cantolan ini. Ungkap Anis Hidayah.

Sementara itu, Wakil Bupati Lembata Viktor Mado Watun menambahkan bahwa, Pemda Lembata akan mendorong Pemerintah Desa untuk mengalokasikan Dana Desa dalam program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan bukan untuk pembangunan fisik. Program pemeberdayaan ekonomi masyarakat ini termasuk dengan purna TKI/buruh migran dan keluarganya. Tandas Mado Watun. (Mariosca)

 

Topik:
News:

No comment for DESBUMI, Alternatif Model Perlindungan Buruh Migran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.