Menu Click to open Menus
Home » HUKRIM » Delapan Warga Lewotolok Akhirnya Dipulangkan;  Emanuel Wahon : Kontraktor dan PLN Harus Tanggung Jawab

Delapan Warga Lewotolok Akhirnya Dipulangkan;  Emanuel Wahon : Kontraktor dan PLN Harus Tanggung Jawab

(786 Views) July 8, 2018 4:15 pm | Published by | No comment

Emanuel Belida Wahon, SH

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Setelah dua malam mendekam di Mapolres Lembata, delapan warga Lewotolok yang “diamankan” Jumat (6/7/2018) di kawasan Parakwalang, akhirnya dipulangkan, Minggu (8/7/2018). Tidak ada proses penangguhan penahanan. Mereka dipulangkan begitu saja. Kuasa hukum para warga sedang mengkaji untuk menuntut PLN Lembata dan kontraktor pelaksana pemasangan jaringan listrik secara hokum.

Ya, “Mereka (delapan warga Lewotolok-Red) dipulangkan. Bukan penangguhan penahanan. Klien kami tidak ditahan. Memangnya mereka yang delapan orang itu ditahan? Kalau ditahan mana surat perintah penahanan?” tandas kuasa hukum delapan warga, Emanuel Belida Wahon, SH dari kantor hukum Akhmad Bumi & Rekan, di Lewoleba, Minggu (8/7/2018).

Dia menolak keras informasi yang menyebutkan bahwa kliennya ditangkap maupun ditahan. “Klien kita juga tidak ditangkap. Kalau ditangkap ya mana surat penangkapan? Kami tidak mendapatkan surat itu baik surat penangkapan atau surat penahanan,” papar Emanuel Belida Wahon.

Menyitir informasi dari kepolisian bahwa para kliennya hanya “diamankan”. “Makanya kita tanya, ada dasarnya tidak memakai istilah ‘mengamankan’ mereka yang delapan orang itu?” ungkap dia, seraya kembali menegaskan, “Tidak ada surat perintah penangkapan dan penahanan, kok (diberitakan) ditangkap dan ditahan?”

Emanuel menyayangkan adanya pemberitaan yang menyebutkan kalau kliennya telah menandatangani surat yang menyatakan bahwa mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya. “Perbuatan apa? Pasal berapa yang dikenakan pada mereka? Apalagi suruh mereka lapor diri dua kali dalam satu minggu, tidak ada dasarnya.”

Dia menegaskan bahwa delapan warga Lewotolok itu tidak melakukan perbuatan pidana. Ya, “Klien kami tidak melakukan perbuatan pidana. Jika mereka ditahan ya berarti mereka keluar karena penangguhan penahanan. Tapi ini dikeluarkan atau dipulangkan. Kalau penangguhan penahanan itu dengan syarat, mereka tidak mengulangi lagi perbuatan, tidak menghilangkan barang bukti dan tidak melarikan diri. Ini kan mereka tidak ditahan, tapi dipulangkan. Jadi syarat penangguhan penahanan tidak dipakai,” jelas Emanuel Belida Wahon.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pihaknya akan menuntut tanggung jawab PLN Lembata dan kontraktor. “PLN dan kontraktor yang menebang tanaman umur panjang milik mereka (warga Lewotolok-Red) tanpa ijin, harus bertanggungjawab. Lalu polisi dan tentara berdiri dan menjaga pekerjaan kontraktor dan PLN. Ini kan teror namanya. Pihak kontraktor dan PLN harus bertanggungjawab. Kita sedang kaji untuk mempersoalkan hal ini kepada kontraktor dan PLN melalui jalur hukum,” tandasnya.

Tak cuma itu. Kuasa hukum delapan warga itu juga akan meminta tanggungjawab Polres Lembata yang “menginapkan” klien mereka selama dua malam di Mapolres Lembata. Ya, “Kita juga minta Polres Lembata bertanggungjawab pada klien kami yang diamankan selama dua malam itu. Hal ini agar tidak sewenang-wenang dalam menggunakan kekuasaan, tapi harus merujuk pada hukum yang diatur dalam KUHAP,” jelasnya.(*/fre)

No comment for Delapan Warga Lewotolok Akhirnya Dipulangkan;  Emanuel Wahon : Kontraktor dan PLN Harus Tanggung Jawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.