Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Dampingan Plan Diajak Ikut Meriahkan HARNUS di Lembata

Dampingan Plan Diajak Ikut Meriahkan HARNUS di Lembata

(637 Views) October 21, 2016 12:10 pm | Published by | No comment

Muhammad Thamrin saat mendampingi Maria Monika Lourdes Ruing yang terpilih menjadi Bupati Lembata Sehari.(foto: sandro)

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Penjabat Bupati Lembata Drs. Sinun Petrus Manuk ingin melibatkan sepuluh anak perempuan yang didampingi Plan Internasional dalam kegiatan HARNUS yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo di Lewoleba, bulan Desember mendatang.

Karena itu, dia meminta agar pihak Plan Internasional terus mengawal anak-anak tersebut. Ya, “Saya ingin melibatkan anak-anak ini saat presiden tiba di Lembata dalam kegiatan Harnus. Oleh karena itu, saya meminta Plan untuk tetap memberikan pendampingan dan mengawal anak-anak ini seterusnya. Saya berterimakasih kepada Plan atas kegiatan ini,” ungkap Manuk di ruang kerjanya, di ruang rapat Bupati Lembata, Jumat (21/10/2016).

Sementara itu, Program Area Plan Internasional Indonesia Lembata, Muhamad Thamrin, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Because I Am A Girl, Sehari Menjadi Bupati Lembata, menegaskan bahwa Because I am a Girl-Karena saya anak perempuan maka saya tidak sekolah, merupakan sesuatu yang salah. “Karena saya anak perempuan maka saya harus sekolah. Karena saya anak perempuan, maka saya harus bercita-cita menjadi Bupati, ini benar. Karena saya anak perempuan maka saya harus masuk AKABRI. Dan karena saya anak perempuan maka saya harus bisa menjadi menteri bahkan presiden,” ujarnya.

Dikatakan, image bahwa anak perempuan dan perempuan kerap hanya sebagai obyek yang termarginalkan. Kerapkali nasib anak perempuan dan perempuan diabaikan dalam kebijakan politik dan pembangunan. “Inilah yang menjadi fokus perjuangan Plan International”.

Menurut Thamrin, Because I Am A Girl~Karena Saya Perempuan, didengungkan sejak tahun 2007 dan menjadi program berkelanjutan dalam perjuangan nasib anak perempuan dan perempuan.

Because I Am A Girl, lahir dari keprihatinan atas nasib anak perempuan dan perempuan yang tidak mendapat tempat yang layak dalam kebijakan politik pembangunan.

“Terlalu sering anak perempuan dan perempuan dimarginalkan. Kerap menjadi obyek kekerasan. Sehingga kita ingin fokus mengangkat dan berjuang agar nasib anak perempuan dan perempuan diperhatikan dengan lebih baik”, tutur Thamrin.

Untuk Lembata, jelas Thamrin, dari jumlah penduduk 131 ribu, kebanyakan adalah perempuan. Dan berdasarkan kategori umur, 0-18 tahun sekitar 50 persen.

Untuk itu, dia meminta kepada pemerintah Kabupaten Lembata untuk menyusun program kegiatan dan intervensi pembangunan yang berpihak pada anak perempuan dan perempuan. Sebab Plan Internasional sudah menandatangani kesepakatan pembangunan berkelanjutan sampai tahun 2020.

Sementara itu, Penjabat Bupati Lembata, Pieter Sinun Manuk, meminta Pihak Plan untuk terus mengawal anak-anak ini karena dirinya, ingin melibatkan kesepuluh anak remaja putri ini dalam kegiatan Harnus saat Presiden Joko Widodo datang ke Lembata.

“Saya ingin melibatkan anak anak ini saat presiden tiba di Lembata dalam kegiatan Harnus. Oleh karena itu saya meminta Plan untuk tetap memberikan pendampingan dan mengawal anak anak ini seterusnya. Saya berterimakasih kepada Plan atas kegiatan ini”, ungkap Manuk. (sandrowangak)

Topik:
News:

No comment for Dampingan Plan Diajak Ikut Meriahkan HARNUS di Lembata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.