Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Copot Camat Yang Tidak Berpendidikan Ilmu Pemerintahan, Lebu Raya: Minta BPK Audit !

Copot Camat Yang Tidak Berpendidikan Ilmu Pemerintahan, Lebu Raya: Minta BPK Audit !

(11814 Views) August 25, 2016 3:59 pm | Published by | 2 Comments
Lantik Penjabat Bupati-2

Gubernur Frans Lebu Raya menyalami Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya rupanya gerah juga dengan ulah Eliaser Yentji Sunur selama ini. Buktinya, dalam sambutan pelantikan Drs. Sinun Petrus Manuk menjadi penjabat Bupati Lembata, ia minta copot camat yang tidak berpendidikan ilmu pemerintahan.

Lebu Raya mengingatkan agar etika berpemerintahan harus dijaga. “Etika pemerintahan itu harus dijaga. Camat-camat yang latar belakang pendidikannya bukan ilmu pemerintahan harus diberhentikan. Penjabat bupati boleh lakukan mutasi, atas persetujuan Mendagri,” tandas Lebu Raya di Lewoleba, Kamis (25/8/2016).

Asal tahu saja, ketika Yentji Sunur melakukan mutasi camat, beberapa waktu lalu, Sekertaris Daerah Lembata, Drs. Petrus Toda Atawolo, MSi sudah menyatakan “protesnya”. Sekda bahkan tidak membubuhi paraf pada Surat Keputusan (SK) pengangkatan para camat dan sejumlah kepala dinas. Pasalnya, dia menilai keputusan Yentji Sunur tersebut mengangkangi ketentuan Mendagri.

Alhasil, penegasan Gubernur Lebu Raya seolah jadi angin segar pembenahan birokrasi Lembata. Sontak saja, sambutan Lebu Raya mendapat aplaus undangan yang memadati aula kantor bupati Lembata.

Tak cuma soal posisi para camat. Lebu Raya juga menohok soal hubungan Pemkab dengan DPRD Lembata. “Saya ingatkan, kepala daerah dan DPRD adalah mitra kerja, bukan musuh atau lawan. Harus sama-sama bicara, dari hati ke hati untuk membangun daerah, pemimpin itu diberi amanah oleh rakyat untuk layani masyarakat,” ujarnya, disambut tepukan tangan yang meriah.

Lebu Raya menjelaskan bahwa beda pendapat itu hal wajar dan biasa untuk temukan sesuatu yang paling baik dan berguna untuk daerah.

Gubernur juga menyayangkan LKPJ Tahun Anggaran 2015, LKPJ akhir masa jabatan, dan Laporan Keuangan yang belum dilaporkan oleh Bupati Lembata.

 “Masih banyak hal penting yang belum dilakukan sampai akhirnya masa jabatan ini. Ini yang perlu mendapat perhatian serius. LKPJ 2015, LKPJ Akhir Masa Jabatan, yang belum dilaporkan, dan belum serahkan laporan keuangan ke BPK untuk di audit. Alasan tentu ada. Oleh karena itu, Penjabat Bupati harus jaga kemitraan dengan DPRD dan selesaikan semua itu.  Sampaikan ke BPK untuk diaudit. Ini kerja  besar, karena audit akan dilaksanakan 3 bulan,” jelas Lebu Raya.

Lebu Raya menyayangkan ini, karena pastinya penetapan APBD murni 2017 akan terlambat. Dan dengan sendirinya, lanjut Lebu Raya, berpengaruh terhadap tata kelola pemerintahan daerah dan pelayanan masyarakat.(osy)

Topik:
News:

2 Comments for Copot Camat Yang Tidak Berpendidikan Ilmu Pemerintahan, Lebu Raya: Minta BPK Audit !

  • servandus Berek Laku says:

    Ini Luar biasa dan perlu di tingkatkan…bukan saja camat, di harabkan semua instasi,untuk pengrekrutan Pengawai yg bahasa kasarnx pekerja harus sesuai jurusan dan keahlian,karna ketika SDM yg di angkat dan di pekerjakan tidak tidak sesuai dgn jurusanx..itu tidak beda jauh dgn di suruh beli salompas belinx tensoplas. Amin

  • Margareth. says:

    Jangan hanya di Lembata ya, ini perlu diterapkan juga untuk semua kabupaten se NTT, Semoga sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *