Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Caritas Larantuka-FK.DAD Gelar Workshop Manajemen Kelompok

Caritas Larantuka-FK.DAD Gelar Workshop Manajemen Kelompok

(370 Views) April 25, 2017 3:12 pm | Published by | No comment

Peserta workshop tampak serius mengikuti kegatan. (foto: reinha wahon)

LEWOLEBA, aksiterkini — Caritas Keuskupan Larantuka dan Forum Komunikasi Keluarga Dengan Anak Difable (FK.DAD)  Larantuka menggelar Workshop Manajemen Kelompok bagi kelompok difable sewilayah Kota Lewoleba. Mereka dengan kondisi khusus tersebut dan keluarganya tampak antusias mengikuti kegiatan.

Koordinator dari masing-masing paroki yakni Ny. Eta Kleden dari Paroki Maria Banneaux, Yosep Lajar dari Paroki Waikomo, Nona Mudapue dari Paroki Kristus Raja Wangatoa dan Agus Bani dari Paroki Lamahora tampak mendampingi para difabel dan keluarganya.

Workshop yang berlangsung di aula Don Bosko, Senin (24/4/2017) sejak pagi hingga sore pukul 17.00 Wita juga berhasil membentuk empat kelompok berdasarkan wilayah paroki yakni Paroki Kristus Raja Wangatoa, Paroki Lamahora, Paroki Maria Banneaux dan Paroki Waikomo. Dan sebelum acara diitutup juga diumumkan fasilitator untuk Kabupaten Lembata adalah Nona Mudapue.

Selama dua tahun belakangan, Caritas Keuskupan Larantuka- FK.DAD telah melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi, advokasi dan kesehatan di wilayah dekenat Larantuka. Tahun 2017, diprogramkan untuk wilayah Dekenat  Lembata.

Nona Mudapue, pendamping anak difable Paroki Wangatoa sedang memaparkan kegiatannya. (foto: reinha wahon)

Untuk itu, pada Maret 2017 dilakukan asessment di empat paroki dalam kota Lewoleba yakni Paroki St Maria Banneaux, Paroki Kristus Raja Wangatoa, Paroki Lamahora dan Paroki Waikomo. ”Workshop manajemen kelompok merupakan  tindak lanjut  dari asssement tersebut sekaligus membentuk kelompok difabel di wilayah Dekenat Lembata sebagai kelompok dasar dalam penanganan kegiatan dan isu-isu terkait difabel di Dekenat Lembata,” ujar Ketua FK.DAD, Arnold Uran

Sementara Rm Nus Welan, Pr yang juga koordinator program Caritas Keuskupan Larantuka sebelum memaparkan materi tentang hidup berkelompok,  mengugah peserta dengan pertanyaan, siapa bilang difable tidak berdaya? Rm Nus juga memutar video kehidupan Nick Vujinic, seorang motivator terkenal. Nick lahir tanpa tangan dan kaki. Namun ia mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan layaknya seorang yang normal. Ia bahkan menikah dan memiliki seorang anak yang sehat jasmani dan rohani.

“Kita mulai dengan kelompok supaya orang mengetahui keberadaan kita dan memudahkan kita dalam banyak urusan. Dan, bukan tidak mungkin kita juga bisa menginspirasi orang lain dari keberadaan kita,” ujar Rm Nus.

Caritas Keuskupan Larantuka- FK.DAD  akan melakukan sosialisasi untuk para imam Dekenat Lembata agar keberadaan difabel  masuk dalam program paroki. “Mereka juga berhak mendapat pelayanan seperti umat lainnya,” ujar Rm Nus yang juga mengumumkan untuk  hari difabel tanggal 3 Desember akan digelar di Dekenat Lembata.  (ona)

No comment for Caritas Larantuka-FK.DAD Gelar Workshop Manajemen Kelompok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *