Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Bupati Sunur Serukan Lawan Radikalisme dan Hoax di Dunia Pendidikan 

Bupati Sunur Serukan Lawan Radikalisme dan Hoax di Dunia Pendidikan 

(199 Views) May 2, 2018 10:31 am | Published by | No comment

Suasana upaca bendera peringatan Hardiknas di Lembata yang dipusatkan di Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Lembata. (foto: San Taum)

BALAURING, aksiterkini.com – Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur,  Selasa (2/5) memimpin apel peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Kabupaten di Desa Balauring,  Kecamatan Omesuri. Bupati Sunur menyerukan,  seluruh warga Lembata memerangi hoax dan paham radikalisme yang merasuki dunia pendidikan dengan Budaya. 

Usai apel Hardiknas yang diikuti ribuan pelajar serta ASN itu, Bupati Lembata juga mendeklarasikan gerakan pelajar anti radikalisme dan hoax,  pencanangan pemberian tablet tambah darah cegah anemia dan stunting, penyaluran perdana Bansos Rastra 2018, peresmian Desa Pelangi, pelantikan 7 Penjabat  Kepala Desa serta penyerahan bantuan sepeda motor kepada sekolah sekolah terpencil di Lembata.

Bupati Eliazer Yentji Sunur mengatakan,  pihaknya menyambut baik rencana Presiden RI,  Jojowidodo dan Wapres Yusuf Kalla yang akan fokus membangun sumber daya manusia, setelah tiga tahun membangun infrastruktur ke pelosok Indonesia.

“Sekarang ini Presiden canangkan membangun manusia,  artinya manusia jadi objek pembangunan setelah Infrastruktur dibenahi pemerintah pusat dalam tiga tahun pertama. Kita butuhkan instrumennya. Maka,  pendidikan kita dorong untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,  selain itu agar ada kesadaran penggunaan medsos yang sehat. Agar generasi muda tidak mudah terpapar paham radikal dan jadi penyebar berita bohong atau hoax.  Jangan lupa pendidikan kita harus dibentengi juga dengan budaya,” ujar Bupati Sunur. 

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur berkesempatan melantik sejumlah Kepala Desa seusai upacara peringatan Hardiknas.(Foto: San Taum)

Bupati sunur juga memiliki tips kecil menghindari hoax.  “Jangan Urus orang lain. Sebab urus diri sendiri saja susah. Cikal bakal dari hoax adalah sibuk mengurus orang lain. Saya himbau semua generasi untuk urus diri sendiri. Kita mulai tanggal 2 Mei ini, kita buang jauh jauh radikalisme. Kita juga perlu paham radikal tetapi  ke arah lebih baik,” ujar Bupati Sunur.

Meski tidak ada radikalisme di Lembata, namun Bupati mengingatkan seluruh komponen bangsa terus menjaga dan melestarikan budaya gotong royong, paternalistik dan “Taan Tou”. Jika pendidikan dibentengi kearifan lokal, suatu ketika generasi Indononesia dan Lembata dapat menyaksikan Indonesia menjadi Negara Adi Kuasa di bidang kebudayaan. (san taum)

No comment for Bupati Sunur Serukan Lawan Radikalisme dan Hoax di Dunia Pendidikan 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.