Menu Click to open Menus
Home » DESTINASI » Bupati Sunur Keluarkan Pernyataan Bencana, Pusat Mitigasi Bencana: Ile Lewotolok Rawan Longsor

Bupati Sunur Keluarkan Pernyataan Bencana, Pusat Mitigasi Bencana: Ile Lewotolok Rawan Longsor

(789 Views) October 13, 2017 9:42 am | Published by | No comment

Wabup Thomas Ola Langoday serius mendengar penjelasan pimpinan Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung dan BMKG Kupang, Titis Praponco

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur akhirnya menandatangani pernyataan bencana, Jumat (13/10/2017). Dengan demikian, gempa bumi yang mengakibatkan 2.107 jiwa mengungsi dari kampung halamannya itu dinyatakan sebagai bencana gempa bumi.

Dalam surat berlambang garuda bertajuk Surat Pernyataan Tanggap Darurat Bencana Alam Gempa Bumi, Bupati Eliaser Yentji Sunur membubuhkan tanda tangan di atas materai Rp. 6.000. “Dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa telah terjadi bencana gempa bumi di wilayah Kabupaten Lembata,” tulis Sunur dalam surat pernyataan itu.

Dia merincikan bahwa pada tanggal 10 Oktober 2017 terjadi gempa bumi yang paling dirasakan di Kecamatan Ile Ape dan Kecamatan Ile Ape Timur. Akibatnya, warga mengungsi ke kantor Camat Ile Ape di Waipukang, Desa Laranwutun, Kantor Camat Ile Ape Timur di Lemau, dan Rumah Jabatan Bupati Lembata di Lewoleba.

Pengungsi paling banyak dari Desa Napasabok (Mawa) sebanyak 559 jiwa, disusul Desa Waimatan 439 jiwa, Desa Lamagute 351 jiwa, Desa Lamawolo 289 jiwa, Desa Tanjung Batu 195 jiwa. Selanjutnya, desa Jontona (12), Des Lamatokan (24), Desa Bunga Muda (81), Desa Lamawara (78), Desa Aulesa (12), dan Desa Amakaka (67).

Dari total jumlah pengungsi sebanyak 2.107 jiwa tersebut, sebagian besarnya perempuan sebanyak 1.201 jiwa. Sisanya, 906 jiwa adalah laki-laki. Jumlah pengungsi ini merupakan 22,94% dari total penduduk yang ada di desa-desa tersebut sebanyak 9.183 jiwa. Tiga desa terparah yang hampir seluruh warganya mengungsi adalai Desa Napasabok, Desa Lamagute dan Desa Waimatan. Rata-rata warga yang mengungsi ini karena rumah-rumah di desanya tertimpuk batu yang berjatuhan dari lereng gunung Ile Lewotolok. Pun, ruas jalan utama di desa ini retak, dan terancam ambruk. Batu yang terjatuhan di badan jalan mengakibatkan ruas jalan lingkar Ile Ape – Ile Ape Timur terputus di Desa Lamagute.

Rawan Longsor

Sementara itu, di kamp pengungsi di Rumah Jabatan Bupati Lembata, disambangi Wakil Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola Langoday, dan istrinya, Ny. Maria Sadipun-Langoday. Wabup langsung memantau penanganan pengungsi sekaligus mendapatkan penjelasan dari Kepala BPBD Lembata, Rafael Betekeneng dan tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung dan BMKG Kupang.

Kepada Wabup Langoday, pimpinan Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung dan BMKG Kupang, Titis Praponco menjelaskan bahwa pihaknya menilai gempa yang terjadi adalah gempa tektonik, bukan gempa vulkanik. “Ini akibat pergeseran lempeng di utara Flores,” jelasnya.

Menurut dia, gempa tektonik itu mengakibatkan dua kejadian. Pertama, runtuhan bebatuan dari gunung Ile Lewotolok. “Sekarang tidak ada hujan. Jadi reruntuhan bebatuan itu disebabkan oleh gempa. Dan, desa-desa di bagian timur Ile Lewotolok sangat dekat dengan gunung yang terbentuk dari timbunan bebauan yang mudah longsor,” jelas Titis Praponco.

Akibat yang kedua, adalah gempa tektonik memicu aktivitas gunung berapi Ile Lewotolok. “Jadi gempa sekarang ini bukan karena aktivitas gunung berapi Ile Lewotolok,” jelas dia.

Kepada tim, Wabup Langoday menyatakan bahwa Pemda Lembata sangat mengharapkan adanya rekomendasi dari Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung dan BMKG Kupang, apakah para pengungsi bisa dikembalikan ke kampung halamannya, ataukah perlu dilakukan relokasi desa-desa yang rawan bencana. “Kita butuh informasi itu agar Pemda bisa mengambil kebijkan yang tepat untuk memberikan rasa nyaman dari warga masyarakat. Karena masyarakat Ile Ape dan Ile Ape Timur terganggu, maka seluruh masyarakat Lembata juga terganggu,” ucap Langoday.

Menanggapi Wabup Langoday, Titis Praponco menuturkan bahwa pihaknya langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penelitian. Dia mengatakan bahwa timnya juga melibatkan ahli pergerakan tanah untuk melakukan penelitian. “Kami akan berusaha mencapai hasil yang maksimal sebagai masukan bagi pemerintah daerah,” jelas dia.(fre)

No comment for Bupati Sunur Keluarkan Pernyataan Bencana, Pusat Mitigasi Bencana: Ile Lewotolok Rawan Longsor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *