Menu Click to open Menus
Home » DESTINASI » Bupati Sunur Belum Tetapkan Gempa Lembata Sebagai Bencana

Bupati Sunur Belum Tetapkan Gempa Lembata Sebagai Bencana

(772 Views) October 11, 2017 3:21 pm | Published by | No comment

Bupati Eliaser Yentji Sunur sedang memberi arahan kepada kepala BPBD Lembata, Rafael Betekeneng.

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Kendati sudah lebih dari dua hari diguncang gempa, hingga arus pengungsian ke Kota Lewoleba membanjir, Bupati Eliaser Yentji Sunur belum menyatakannya sebagai bencana. “Kita masih melakukan kajian,” ungkap Bupati Sunur.

Bupati Sunur menyambangi kamp pengungsi di Rumah Jabatan Bupati Lembata, Rabu (11/10/2017), untuk melihat dari dekat kondisi kamp dan pengungsi. Dia mengakui bahwa kondisi lapangan sudah cukup parah akibat gempa yang mengguncang secara beruntun tiga hari terakhir.

Seorang warga Bungamuda dilaporkan meninggal dunia karena shock dengan guncangan gempa yang mengakibatkan bebatuan terguling hingga merusak rumah-rumah warga. Bahkan, ada rumah yang roboh ditimpa bebatuan. Ruas jalan utama yang menghubungkan Lewoleba dengan Ile Ape dan Ile Ape Timur pun retak hingga lebih dari 10 km.

“Kondisi lapangan ini sudah cukup untuk kita nyatakan sebagai bencana tanpa harus menunggu dari BMKG. Gempa sudah cukup merusak. Penangannya harus lebih luas lagi. Beberapa desa seperti Lamagute dan sekitarnya harus direlokasi. Kondisi disitu memang cukup sulit untuk ditangani,” ucap Bupati Sunur.

Dikatakan, dirinya akan menandatangani pernyataan bencana setelah mendapatkan hasil kajian dan melakukan rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). “Setelah upacara HUT Otonomi, 12 Oktober di Hadakewa, kita akan melakukan rapat Forkompinda untuk mengambil kesimpulan. Bersabar saja. Kalau sudah dinyatakan sebagai bencana, maka penanganannya juga akan melibatkan pemerintah pusat,” ujar Yentji Sunur.

Dia menjelaskan bahwa dirinya akan menyampaikan presentasi soal kondisi rawan bencana Lembata di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat dalam waktu dekat ini. “Tentu saya akan menyampaikan soal kondisi desa-desa yang rawan bencana ini. Daripada kita bangun jalan yang lebar 40-an meter, mendingan kita relokasi sekalian. Masyarakat akan punya dua rumah. Rumah lama di kampung dan rumah baru di lokasi baru,” ucap dia, santai.

Dia menambahkan bahwa jalan yang rentak horisontal akan sangat rawan longsor. “Kalau longsor seperti di Desa Lamagute itu akan merusak juga rumah warga. Begitu juga dengan kondisi batuan di daerah penggunungan sangat rawan untuk longsor. Batu-batu sebesar rumah itu kalau terguling, bisa dibayangkan bagaimana daya rusaknya,” tutur Sunur, prihatin.

Menurut dia, penanganan dampak gempa kali ini membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Ya, “Sekarang daerah tangani dulu. Tapi, kita akan minta bantuan pusat untuk penanganan yang menyeluruh,” kata dia.(fre)

No comment for Bupati Sunur Belum Tetapkan Gempa Lembata Sebagai Bencana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.