Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Bupati Malaka : Tidak Ada Yang Larang Atau Ancam-Ancam !

Bupati Malaka : Tidak Ada Yang Larang Atau Ancam-Ancam !

(283 Views) March 14, 2018 12:40 am | Published by | No comment

Bupati Stefanus Bria Seran berssama Cawagub paket MS EMI, Ir. Emilia Julia Nomleni di rujab Bupati Malaka, Selasa (13/3) malam.

BETUNaksiterkini.com – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran menegaskan pihaknya bersikap adil terhadap semua kontestan peserta Pilkada Gubernur NTT 2018, dengan memberi kesempatan melakukan sosialisasi dan berkampanye di wilayahnya. Bahkan, kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) pun diperbolehkan ikut mendengar kampanye.  Namun ASN tidak boleh menjadi tim sukses atau juru kampanye.

Hal itu disampaikan Bupati Stefanus Bria Seran saat menerima rombongan Cawagub Emilia Julia Nomleni dalam jamuan makan malam di rumah jabatan Bupati Malaka di Haitimuk, Selasa (13/3). “Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Malaka saya menyampaikan selamat datang di Kabupaten Malaka,” ucap Bupati Bria Seran kepada rombongan Cawagub Emi Nomleni.

“Pada malam hari ini kami sangat berbahagia karena bisa bertemu dengan salah satu putri NTT yang hebat. Karena ada empat paket calon gubernur dan wakil gubernur yang sering saya katakan di Kabupaten Malaka: Inilah putra dan putri NTT terbaik yang akan memimpin kita lima tahun kedepan periode 2018-2023″.

Oleh karena itu, sambungnya, “Pemda Malaka menentukan prosedur kalau empat kandidat yang datang ke Kabupaten Malaka maka pemerintah daerah Kabupaten Malaka mengundang keempat paket diterima di rumah jabatan Bupati baru bersosialisasi atau berkampanye di rakyat.”

“Empat paket sudah diterima dan pertama kita sudah menerima Pak Marianus Sae. Paket kedua yang kita terima adalah Pak Viktor Laiskodat bersama Pak Yoseph Nai Soi, Paket ketiga yang diterima adalah Pak Esthon dan Pak Chris. Paket keempat yang kita terima Jumat lalu adalah paket Pak Benny K Harman dan Pak Beny Lithelnoni. Sementara saat ini kita terima Ibu Emi di rumah jabatan ini. Keempat paket diatas adalah putra/i NTT terbaik karena salah satunya akan memimpin NTT kedepan.”

“Jadi bagaimanapun saat datang ke Malaka pemerintah tetap memberikan perhatian kepada semua paket yang datang sebelum kampanye atau bertemu masyarakat. Ini merupakan salah satu bentuk pendidikan politik bagi masyarakat,” tandasnya.

Bria Seran menegaskan bahwa pihaknya bertekad membangun tradisi politik yang baik bagi rakyat Malaka. “Ini tradisi yang dikembangkan di Malaka karena sesuai motto Bupati dan wakil Bupati SBS-DA adalah meletakkan fondasi yang kokoh dan dinamis untuk kesejahteraan rakyat Malaka. Ini kita letakkan fondasinya sehingga pewaris-pewaris kalau besok lusa jadi Bupati atau Wakil Bupati kalau ada hajatan seperti ini tidak boleh menghindar atau diskriminasi. Saya katakan kepada teman-teman kita harus buka pintu bagi semua paket tanpa membedakan satu dengan lainnya,” tandasnya mantan Kadis Kesehatan NTT ini.

Lebih lanjut, Bria Seran mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan melarang warga Malaka untuk mengikuti kampanye para cagub dan cawagub NTT. Ya, “Tidak ada yang melarang atau ancam-ancam. Kalau ada yang mengatakan bahwa bupati main ancam atau larang orang dukung paket tertentu, itu tidak benar. Itu putar balek dan hanya mencari pembenaran karena tidak mampu meyakinkan rakyat,” tandasnya.

“Tidak ada larang-larang atau ancam-ancam. Kita buka pintu.. Silahkan berburu. Di sini ada kerbau, sapi, lembu, rusa dan jangan lupa karena ada juga burung pipit. Kalau pas tangkap burung pipit jangan marah sama yang buka pintu karena sudah dibukakan pintu lebar-lebar untuk berburu. Silahkan bersosialisasi dan berkampanye. Tawarkan program yang terbaik agar mendapat simpati rakyat. Silahkan yakinkan rakyat dengan program yang ditawarkan,” tegas Bupati Malaka.

Dia juga meminta warga masyarakat termasuk ASN untuk mengikuti kampanye para calon. Ya, “Saya sampaikan kepada kepala perangkat daerah supaya datang lihat dan dengar apa yang disampaikan kandidat. PNS tidak dilarang untuk datang dengar dan datang lihat karena mereka punya hak pilih. Yang dilarang itu khan tidak boleh jadi jurkam, tidak boleh mobilisasi massa, tidak boleh jadi tim sukses atau tidak boleh jadi anggota partai yang harus dibuktikan dengan SK Pengurus Partai atau tim koalisi,” ujarnya.

“PNS tidak netral karena punya hak pilih kecuali TNI-Polri harus netral karena tidak punya hak pilih. Kalau PNS dilarang datang dengar dan lihat bagaimana, kampanye lewat TV?” ucap dia balik bertanya.  (TIM/fre)

No comment for Bupati Malaka : Tidak Ada Yang Larang Atau Ancam-Ancam !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *