Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Bupati Lembata Dkk Kalah Lagi Lawan PT Sinar Lembata, Dihukum Bayar Rp 300 Juta

Bupati Lembata Dkk Kalah Lagi Lawan PT Sinar Lembata, Dihukum Bayar Rp 300 Juta

(658 Views) March 26, 2019 7:35 am | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Setelah tumbang di tingkat bandng, Bupati Lembata dan kawan-kawan kembali menelan pil pahit karena kalah lagi di tingkat kasasi. Amar putusan Mahkamah Agung RI atas perkara perdata antara PT Sinar Lembata melawan Pemerintah Lembata, menyatakan menolak permohonan para pemohon. Juga, menghukum Pemohon Kasasi untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 500.000.

Copian Putusan Mahkamah Agung Nomor: 2661 K/Pdt/2018 tanggal 14 November 2018 baru diterima Selasa (26/3/2019), dan dirilis kepada media ini. Amar putusan itu menolak permohonan kasasi dari Pemohon Pemerintah Indonesia cq Gubernur Nusa Tenggara Timur cq Bupati Lembata cq Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lembata.

Sebagaimana diketahui, PT Sinar Lembata menggugat Pemerintah Kabupaten Lembata terkait Pembatalan proyek Multy Years tahun 2014-2016 yang dimenangkan oleh PT Sinar Lembata. Perkara Nomor 01/Pdt.G/2017/PN.LBT di Pengadilan Negeri Lembata dimenangkan PT Sinar Lembata. Majelis Hakim menghukum Pemerintah Lembata membayar ganti rugi sejumlah Rp 300 juta.

Namun putusan tersebut dibanding oleh Pemerintah Lembata di Pengadilan Tinggi Kupang. Putusan banding malah menguatkan kembali putusan Pengadilan Negeri Lembata. Pemerintah Lembata ajukan kasasi, dan putusan kasasi Pemerintah Lembata kalah lagi, permohonan kasasi ditolak Mahkamah Agung.

Dalam perkara PT Sinar Lembata didamping Penasehat Hukum dari Kantor Hukum Akhmad Bumi & Rekan. Sedang Pemerintah Lembata didampingi Bagian Hukum Setda Lembata.

Juprians Lamablawa, SH, MH dari Kantor Hukum Akhmad Bumi dan Rekan saat dihubungi media ini pada Selasa (26/3/2019) membenarkan putusan kasasi tersebut, yang menolak permohonan kasasi Pemerintah Lembata. Menurut dia, pada tahun 2015 Pemerintah Lembata melalui Pelaksana Tugas (Pl) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lembata, waktu itu dijabat Silvester Wungubelen, membatalkan PT Sinar Lembata selaku pemenang lelang atas Paket Pekerjaan Peningkatan Jalan Hadakewa-Lamalela-Bobu dengan Nilai Rp 8.931.334.000.

“Akibat adanya pembatalan tersebut, klien kami dirugikan karena paket pekerjaan yang telah dimenangkan tidak dapat dilanjutkan. Klien kami telah mengikuti seluruh proses dan tahapan Pengadaan sesuai mekanisme yang diatur dalam  Dokumen Lelang dan Perpres Nomor: 54 Tahun 2010 yang telah diubah dengan Perpres Nomor: 70 tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, PT Sinar Lembata sudah dinyatakan sebagai Pemenang Lelang oleh POKJA Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kabupaten Lembata dan telah diumumkan melalui Website LPSE NTT tanggal 02 Desember 2014,” jelasnya.

“Akibat pembatalan pemenang lelang kepada klien kami maka proses menyerahkan Jaminan Pelaksanaan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan seluruh proses lanjutan termasuk mengerjakan proyek tersebut tidak berlanjut.”

PT Sinar Lembata melalui kuasa hukum kantor Akhmad Bumi & Rekan mengajukan gugatan di Pengadilan TUN Kupang. “Klien kami memenangkan. Pengadilan TUN Kupang mengabulkan seluruh permohonan penggugat dengan Putusan Nomor: 03/G/2015/PTUN-KPG tanggal 13 April 2015 dengan amar putusan Menyatakan tidak sah Surat Keputusan Tata Usaha Negara yang diterbitkan oleh Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lembata (Tergugat), berupa Surat Nomor: PU.600/06/I/2015 tanggal 12 Januari 2015 yang diterbitkan Tergugat tentang pembatalan / gagal lelang kepada PT Sinar Lembata dan memerintahkan Plt Kepala Dinas PU untuk mencabut surat pembatalan tersebut dan mewajibkan Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lembata (Tergugat) untuk melanjutkan proses lelang paket pekerjaan peningkatan jalan multy years tahun 2014 untuk paket Paket Pekerjaan Peningkatan Jalan Hadakewa–Lamalela-Bobu Multy Years 2014-2016 dengan Nilai Penawaran sebesar Rp 8.931.334.000 (delapan milyar sembilan ratus tiga puluh satu juta tiga ratus tiga puluh empat ribu rupiah) dengan Pemenangnya PT Sinar Lembata sesuai Berita Acara Nomor: 08.03/PAN-BA.HP/XII/2014 Tanggal 02 Desember 2014.”

Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang dikuatkan dengan putusan  Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya tanggal 27 Oktober 2015. Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya dikuatkan dengan putusan Mahkamah Agung dengan putusan No. 76 K/TUN/2016 tanggal 3 Mei 2016 karena Pemerintah Lembata mengajukan kasasi.

“Selain gugatan di TUN Kupang, klien kami juga menggugat PMH di Pengadilan Negeri Lembata dan PN Lembata mengabulkan sebagian permohonan PT Sinar Lembata dengan menghukum Pemerintah Lembata membayar ganti rugi Rp 300 juta. Dan Putusan tersebut Pemerintah Lembata ajukan banding dan kasasi tapi baik banding dan kasasi Pemerintah Lembata kalah lagi,” tandas Jupri. (*/fre)

No comment for Bupati Lembata Dkk Kalah Lagi Lawan PT Sinar Lembata, Dihukum Bayar Rp 300 Juta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.