Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Bunga Anak Sekami Paroki Kristus Raja Wangatoa di Hari Orang Sakit Sedunia

Bunga Anak Sekami Paroki Kristus Raja Wangatoa di Hari Orang Sakit Sedunia

(100 Views) February 12, 2019 3:06 am | Published by | No comment

Nenek Ursula Barek Uba tak mampu menahan sedih. Menunduk, air matanya menetes perlahan. Segera, satu tangannya menyeka. Usianya 68 tahun. Sudah lama sakit dan saat ini matanya tidak bisa melihat lagi.

“Kami hanya bawa ini nenek. Setangkai bunga dan satu kantong berisi beras dan sabun mandi, pepsodent dan shampo,” ujar seorang anak sambil menyerahkan bunga dan kantong di tangan nenek Ursula.

Penyerahan bunga dan kado sederhana itu dilakukan anak-anak usai doa dan nyanyi bersama. Mencium tangan nenek Ursula dan foto bersama sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Jalan ke rumah nenek Ursula yang tinggal di Basis V, Lingkungan Bunda Teresa, Paroki Kristus Raja Wangatoa, adalah jalan setapak berlumpur setelah dua hari hujan mengguyur kota ini.

“Nenek tinggal di hutan?”

Anak-anak bertanya saat kami melewati jalan dan hari mulai gelap, Senin (11/2/2019) sore kemarin. Bukan jalan umum tapi setapak, berlumpur dan gelap. Tapi anak-anak tak surut langkah. Mereka didampingi animatris lingkungan yang membantu penerangan dari lampu ponsel. Pergi dan pulang mereka bergembira sebagaimana dunianya anak-anak.

***

Siapa anak-anak itu?

Mereka adalah anak-anak Serikat Kepausan Anak-Anak Misionar (SEKAMI) Paroki Kristus Raja Wangatoa. Dalam rangka Hari Orang Sakit Sedunia, 11 Pebruari 2019, anak-anak Sekami mengikuti misa bersama orang sakit, para jompo dan difabel.

Data orang sakit di Paroki Kristus Raja Wangatoa sebanyak 70-an orang. Namun yang mengikuti perayaan misa di gereja Kristus Raja Wangatoa tak sampai separohnya. Hanya, 30-an orang sakit yang bisa dijemput dengan mobil dari rumahnya. Ada yang bahkan dibonceng dengan sepeda motor.

Usai misa, mereka melakukan kunjungan pada orang sakit, jompo dan difabel yang tidak bisa dibawa ke gereja untuk misa. Anak-anak didampingi para animatris di lingkungan masing-masing. Mereka berdoa bersama dan memberikan sekuntum bunga serta beras, sabun, odol gigi dan sampo yang dikemas dalam satu kantong plastik.

Sementara kepada orang sakit, para jompo dan difabel yang mengikuti misa, sesaat sebelum misa ditutup, anak-anak Sekami memberikan bunga. Wajah penuh senyum bahagia terlihat saat mereka menerima pemberian anak-anak.

“Kemurahan Tuhan diberikan cuma-cuma pada kita karena itu kita juga harus membagi secara cuma-cuma pada sesama, seperti pesan Paus Fransiskus. Seperti Santa Teresa dari Kalkuta yang mendedikasikan dirinya melayani orang sakit, orang susah, mengajarkan kepada kita bahwa kasih itu seperti garam yang memberi rasa pada makanan,” ujar Pastor Paroki Kristus Raja Wangatoa, RD Wens Herin, dalam kotbahnya.

Kata Romo Wens, orang sakit tidak hanya bisa disembuhkan dengan obat tetapi juga dengan perhatian dan cinta dari sesama.

“Anak-anak harus memberi kasih pada orang tua, opa dan oma, dan siapa saja,” pesan Romo Wens seraya meminta anak-anak melakukan tepuk salut untuk para orang sakit.

Ketika diminta memberi kesaksian bagaimana melayani orang sakit, Ny Dete Atawolo Bele yang selama ini mengurus suaminya yang sakit, bertutur, “Romo, suami saya stroke sejak 2013. Sembuh dan tahun lalu dapat serangan stroke lagi. Doa adalah kekuatan terbesar bagi saya saat mengurus suami.”

Penuturan yang sama diungkapkan seorang bapak yang melayani isterinya yang juga terkena stroke. “Emosi mereka yang sakit begini, sangat tidak stabil. Saya harus sabar melayani dan terus berdoa untuk kesembuhan isteri saya,” ujarnya.

Romo Wens sekali lagi mengingatkan, sentuhan penuh kasih, cinta dan perhatian merupakan obat bagi mereka. Merka butuh cinta dan perhatian lebih. Jangan putus asa berdoa.

“Dengan menjamah jubahNYA saja, orang bisa sembuh. Karena itu milikilah pengharapan dalam iman  bahwa Tuhan sumber kekuatan dan kesembuhan,” ujar Romo Wens.(fince bataona/Komsos PKRW)

No comment for Bunga Anak Sekami Paroki Kristus Raja Wangatoa di Hari Orang Sakit Sedunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.