Menu Click to open Menus
Home » GELIAT DESA » Bule Norwegia Cicipi Teri Hadakewa Produk BUMDes

Bule Norwegia Cicipi Teri Hadakewa Produk BUMDes

(299 Views) April 30, 2018 5:18 pm | Published by | No comment

Axel Tomte mencicipi ikan teri kering. Tampak Axel bersama Kades Hadakewa, Klemens Kwaman, ST. (foto: Freddy Wahon)

HADAKEWA, aksiterkini.com – Tak dinyana, Teri Hadakewa yang diproduksi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ternyata memantik minat bule asal Norwegia. Axel Tomte, bule yang aktif di kampus Universitas Oslo, Norwegia, langsung mencicipi ikan teri Hadakewa dalam kemasan kecil yang dibeli dari BUMDes di Pasar Hadakewa.

“Enak. Rasanya ikannya bagus, tidak asin,” ujarnya singkat, setelah mencicipi teri Hadakewa, Sabtu (28/4/2018) lalu.

Axel menyambangi Desa Hadakewa, ibukota kecamatan Lebatukan, dalam kunjungannya ke Lembata. Dia tertarik untuk melihat dari dekat perkembangan BUMDes di Desa Hadakewa.

Dia mengaku kagum dengan langkah Pemerintah Desa Hadakewa yang membangun fasilitas jembatan titian (Jeti) dan mendirikan BUMDes untuk menampung ikan teri hasil tangkapan nelayan.

Kepada tamunya, Kepala Desa Hadakewa, Klemens Kwaman, ST menjelaskan bahwa jeti dibangun dengan menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 350 juta lebih yang dikerjakan oleh masyarakat setempat. Sedangkan, BUMDes baru mendapatkan dukungan dana tahun 2018 ini sebesar Rp 80 juta.

Teri Hadakewa kering dikemas dalam berbagai ukuran kemasan, mulai 100 gram, 250 gram, 500 gram dan satu kilogram dengan harga bervariasi. Harga termurah sebesar Rp 10 ribu, dan paling mahal Rp 100 ribu.

Begitu dijelaskan bahwa ikan teri kering itu bisa langsung dinikmati, Axel langsung membeli dan membuka kemasan serta memakannya. Dia terus mengunyah sambil bertanya-tanya tentang pemasaran dan manejemen Teri Hadakewa.

Klemens mengakui bahwa pihaknya masih menghadapi tantangan soal perbedaan pandangan masyarakat desa terkait pendirian BUMDes. “Kami terus berjalan sambil melakukan sosialisasi. Ini merupakan lanjutan dari kelompok-kelompok nelayan yang sebelumnya didampingi LSM,” jelas dia, seraya menjelaskan bahwa teri Hadakewa diproduksi tanpa bahan pengawet.

Axel berpose bersama staf BUMDes Teri Hadakewa di Toko Ikan Teri Hadakewa. (Foto: Freddy Wahon)

Dikatakan, kendala yang dihadapi adalah belum adanya hasil uji laboratorium terhadap ikan teri kering yang diproduksi BUMDes Hadakewa. “Kami sudah usulkan, tapi belum ada jawaban,” jelas dia.

Klemens Kwaman menjelaskan bahwa ikan teri kering dalam kemasan yang diberi label Teri Hadakewa tersebut sudah dilaunching Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur,ST. Terdapat tujuh jenis ikan teri yang dikeringkan dan dimasukan dalam kemasan pelastik.

“Jadi anggaran dalam bentuk pendapatan desa semuanya masuk dalam BUMDes untuk dikelola oleh rakyat bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat. Kami tidak melibatkan pihak ketiga. Semata-mata anggaran yang ada dimanfaatkan rakyat sendiri dan dibeli Bumdes Hadakewa,” kata Kades Kwaman.

Dia bertekad untuk merebut peluang pasar. Sehingga ada yang ingin membeli ikan di Hadakewa tidak langsung dari masyarakat tapi membeli di BUMDes.

Desa Hadakewa selain dikenal sebagai desa berbasis aplikasi Teknogi Informasi (TI) dengan website www.hadakewa.desa.id, juga adalah desa dengan produksi ikan tertinggi di kabupaten Lembata dengan rata-rata produksi 10 ton ikan basah dan kering dalam jangka waktu tiap dua bulan.(fre)

No comment for Bule Norwegia Cicipi Teri Hadakewa Produk BUMDes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.