Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Berkemah Tiga Hari, 1500 Anak Dalami Adaptasi Perubahan Iklim

Berkemah Tiga Hari, 1500 Anak Dalami Adaptasi Perubahan Iklim

(322 Views) April 29, 2018 1:33 pm | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Sedikitnya 1000 anak berasal dari 13 sekolah menengah di Kecamatan Ile Ape dan Lebatukan, Kabupaten Lembata, menggelar Kemah Adaptasi Perubahan Iklim (API). Selain menggelar Kemah API,  anakanak juga mendeklarasikan kelompok Sahabat Tangguh Bencana yang berkaitan erat dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2018. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan ketangguhan anak sebagai kelompok rentan agar siap menghadapi bencana. 

Seperti disaksikan,  Minggu, Pembukaan kemah API ditandai simulasi kesiapsiagaan peserta menghadapi bencana Gempa. Simulasi yang melibatkan 6 regu yakni dapur umum, evakuasi, Pertolongan pertama gawat darurat, shelter, earlywarningsystem, assesmen, bergerak serempak sesuai tugas dan peran masing-masing. Regu itu bergerak cepat dalam satu komando.

Angel Christy, 4CA Project Manager Plan International Indonesia, mengatakan,  anak-anak dan kaum muda merupakan aset bangsa dan bisa menjadi agen perubahan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat Lembata.

“Suara dan pendapat mereka tentu penting untuk didengar dan dipertimbangkan oleh para pengambil keputusan,” ujar Angel Cristy.

Disampaikan, dialog bersama pemerintah setempat menjadi bagian penting dalam kegiatan kemah API.

Dia mengatakan,  Sahabat Tangguh Bencana adalah sebuah slogan kesiapsiagaan bencana yang dipopulerkan Bupati Lembata sejak tahun 2017 untuk menghimpun semua pegiat PRB-API Lembata.

Slogan ini bahkan masuk dalam catatan resmi RPJMD Lembata 2017-2022. Ia bersyukur karena PRB API menjadi target capaian pemerintah dalam membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana dan beradaptasi dengan perubahan iklim.

Sementara itu,  Kepala BPBD Kabupaten Lembata, Tomas Tipdes menyebutkan,  kegaiatan kemah API juga melibatkan 7 desa Tim siaga bencana Desa dari 7 Desa yakni Desa Hadakewa, Jontona,  Lamawolo,  Lamatokan,  Lamagute,  Napasabok,  dan Amaka,  Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur dan satu dari desa di Kecamatan Hadakewa.   

“Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama BPBD,  Plan Internasional, Cis Timor,  Kwarcab (Kwartir Cabang Pramuka kab Lembata), serta Forum PRB. Kegiatan diselenggarakan guna memaknai hari kesiapsiagaan bencana Nasional tingkat Kabupaten Lembata,  yang jatuh pada 26 april,” ujar Thomas Tipdes.

Kepada wartawan, PLH Sekda Kabupaten Lembata,  Antanasius Aur Amuntoda menjelaskan,  pemerintah mendukung penuh kegiatan adaptasi perubahan iklim dengan membuka diri terhadap proposal yang diajukan kelompok masyarakat.

Sejak tahun 2017, bekerja sama dengan Gerakan Pramuka Indonesia, Plan International Indonesia mengembangkan modul panduan pendidikan adaptasi perubahan iklim sebagai panduan Pembina dan Instruktur Pramuka.

“Kita boleh berbangga bahwa Kabupaten Lembata sebagai wilayah uji coba dan percontohan modul pendidikan perubahan iklim ini,” ujar Simon Tery, Ketua Kwartir Cabang Lembata, didukung penuh oleh Yosef Sangkur, Wakil Ketua Kwartir Daerah Nusa Tenggara Timur.

Kemah API juga diwarnai sejumlah perlombaan antara lain menulis dan fotografi. (san taum/fre)

No comment for Berkemah Tiga Hari, 1500 Anak Dalami Adaptasi Perubahan Iklim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.