Menu Click to open Menus
Home » OPINI » Benarkah NTT Sebab Utama Penilaian Buruk Kinerja Pendidikan Indonesia?

Benarkah NTT Sebab Utama Penilaian Buruk Kinerja Pendidikan Indonesia?

(467 Views) December 9, 2017 10:55 am | Published by | No comment

Oleh:  Fr. Yurgo Purab

(Wartawan Aksiterkini.com, Frater TOP di Paroki Hinga-Adonara)

 

Pemberitaan media masa akhir-akhir ini menyoroti Menteri Pendidikan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy. Pasalnya, pernyataannya pada salah satu media terkait dengan hasil Programme  For  Student Assessment (PISA)  dinilai  melecehkan warga NTT. “Saya khawatir yang dijadikan sampel Indonesia adalah siswa-siswi  dari NTT” (Tribunnews.com).

Pernyataan tersebut menjadi polemik serta semakin memanas  ketika puluhan aktifis asal  Nusa Tenggara Timur (NTT)  berunjuk rasa  meminta Presiden Jokowi copot Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut.  Aksi ini terjadi di Denpasar-Bali  beberapa waktu lalu.  Selain itu, beberapa wartawan juga melakukan aksi yang sama. Tentunya, pelbagai macam aksi yang digelar dilihat sebagai bentuk protes  terhadap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,  yang secara tersirat   memberi suatu pernyataan paradoks bahwa  hasil Programme Student  Assessment (PISA) diambil dari  sampel NTT.

Pernyataan ini seolah-olah menuding bahwa Nusa Tenggara Timur  (NTT) menjadi sebab utama penilaian buruk terhadap kinerja pendidikan di Indonesia. Penilain tersebut, jika didalami lebih jauh maka ditemukan pelbagai persoalan dasar. Bisa jadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir  Effendy  tidak  mau dinilai buruk di mata dunia ketika Ia menjabat  sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Karena itu, pembelaan diri dapat diungkapkan  dengan mengambil tolak ukur NTT sebagai sampel. Lalu apa saja kerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI selama ini ?

Karena itu, sebelum memberikan pernyataan-pernyataan yang bisa menimbulkan kontradiksi perlu juga diafirmasi kepada pihak peneliti Programme Student Assessment (PISA). Apa saja kriteria dan bobot penilaian  yang diterapkan oleh PISA terhadap kemajuan sebuah pendidikan. Memang perlu diakui  bahwa NTT mendapat nilai di bawah rata-rata nasional. Indeks Pembangunan NTT  sebesar 63, 13; sedangkan rata-rata nasional sebesar 70,18. (Tribunnews.com, Rabu 6  Desember 2017).  Namun, bukan berarti  hasil pencapaian ini merupakan sebuah kegagalan bagi Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena bicara mengenai kemajuan sebuah pendidikan tidak hanya dinilai dari berapa hasil yang dicapai siswa saat menempuh ujian nasional. Karena toh, bisa jadi hasil yang dicapai siswa bersangkutan adalah  hasil kerjasama dan sontekan ketika ujian nasional sedang berlangsung. Karena itu, bicara soal pendidikan tidak  serta merta dinilai  dari sisi kuantitatif (nilai  di atas kertas) saja tetapi perlu juga memperhatikan kualitas  sebuah pendidikan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ada banyak persoalan ijazah palsu, yang saat ini marak beredar di tengah masyarakat. Tentu hal ini berakibat fatal serta mencederai hakikat pendidikan di Indonesia. Orang bisa saja berbangga memiliki jabatan serta nilai yang tinggi tetapi ketika berhadapan dengan sebuah persoalan, kelihatan jelas bahwa ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Hemat saya, Nusa Tenggara Timur (NTT)  merupakan satu dari sekian banyak provinsi di Indonesia yang menjunjung nilai kejujuran dalam mengerjakan ujian nasional. Karena berpegang pada asas kejujuran, maka walau pun  prosentase kelulusan di bawah rata-rata, NTT tetap berbangga. Bahwa, dari tahun ke tahun banyak wisudawan wisudawati yang mampu bersaing dan cakap intelektual serta mapan berbahasa secara benar.

Maka, berhadapan dengan isu  tersebut, diharapkan masyarakat NTT, para pelajar NTT tetap tenang dan fokus dalam dunia pendidikan. Ini merupakan sebuah tamparan bagi kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Teruslah berjuang, pantang menyerah. Majulah demi Indonesia yang lebih baik.(*)

No comment for Benarkah NTT Sebab Utama Penilaian Buruk Kinerja Pendidikan Indonesia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.