Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Arkeolog  Doktor Puji Laksmi Survey Gua Liang Peung di Desa Hingalamamengi

Arkeolog  Doktor Puji Laksmi Survey Gua Liang Peung di Desa Hingalamamengi

(131 Views) August 2, 2018 7:59 am | Published by | No comment

Doktor Puji Laksmi

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Peninggalan arkeologi berupa relief yang terpahat di dinding Gua Liang Peung, Desa Hingalamamengi, Kecamatan Omesuri, disurvey oleh Tim Arkeologi dari Universitas Udayana, Denpasar, Bali. Tim arkeologi Udayana dipimpin oleh Doktor Ni Ketut Puji Astuti Laksmi beranggotakan Deo Agung Laksono didampingi kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman, Mikhael Demon Sili beserta beberapa aparat kecamatan Omesuri. Mereka melakukan survey di sekitar Gua Liang Peung.

Survey Gua Liang Peung –sebutan masyarakat Hingalamamengi– dilakukan selama 2 (dua) hari, 26-28 Juli 2018. Survey dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa pemotretan pada relief dinding Gua Liang Peung, pemotretan di sekitar lingkungan Gua Liang Peung, penghitungan jumlah relief ornamen dan pengambilan sampel baik berupa tanah, batu, tumbuhan dan kerang untuk diuji pada laboratorium Arkeologi serta melakukan wawancara terhadap kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan beberapa warga masyarakat guna menggali informasi terkait relief dan keberadaan Gua Liang Peung.

Menurut Puji Laksmi, jebolan doktoral Universitas Indonesia ini, bahwa dari hasil survey yang dilakukan oleh Tim Arkeologi Udayana, ditemukan beberapa relief yang mendominasi seperti orrnamen manusia, dalam bentuk ukuran sedang, dan kecil. Selain itu, ada relief atau ornamen perahu, ular berkepala manusia, cecak, ada relief yang diduga pagar. Ada beberapa relief yang masih perlu dikaji lagi bentuknya dan penemuan kerang di sekitar Gua Liang Peung.

Menurut Puji Laksmi, dari hasil temuan ornamen relief yang ada, diduga memiliki kesamaan dengan relief yang ditemukan pada situs-situs di daerah Timor Leste. Hanya saja, data temuan yang ada perlu dikaji lebih lanjut, sehingga dapat diketahui beberapa informasi yang dapat dipastikan kebenarannya. Pertama, peninggalan reliaef pada dinding Gua Liang Peung ini adalah peninggalan arkeologi prasejarah. Kedua, relief pada dinding Gua Liang Peung diduga memiliki kesamaan relief dengan situs-situs arkeologi Timor Leste.

Relief pada Gua Liang Peung

Menjadi sebuah pertanyaan sang Arkeolog Universitas Udayana Denpasar Bali ini adalah apakah manusia masa lalu yang serumpun melakukan pemahatan pada relief dinding Gua Liang Peung ataukah manusia masa lalu berasal dari masyarakat setempat atau bahkan di luar dari keduanya tersebut? Ketiga, ditemukan adanya relief ini, apakah dapat memberikan gambaran sebagai salah satu situs tempat bermukim manusia masa lalu atau hanya sebagai tempat arena berkumpul atau pertemuan.

Lebih lanjut Puji Laksmi mengatakan bahwa adanya temuan berupa kerang, dan beberapa temuan lainnya seperti batu, tanah, beberapa tumbuhan di sekitar Gua Liang Peung dapat menjadi alat penunjuk untuk dilakukan kajian arkeologi yang lebih mendalam.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur sangat mengapresiasi kedatangan Tim Arkeologi Udayana, dan berharap dengan adanya Tim Arkeologi dapat membuka tabir sejarah peradaban masyarakat Lembata.

Selain itu, Bupati Sunur memfasilitasi keberadaan tim Arkeologi dengan menugaskan instansi terkait  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata dan aparat Kecamatan Omesuri untuk membantu sebisa mungkin dalam melakukan proses pengkajian terhadap peninggalan arkeologi di Desa Hingalamamengi tersebut.

Masyarakat Hingalamamengi tampak antusias. Dipimpin Kepala Desa Hingalamamengi beserta tokoh adat dan masyarakat sangat mengapresiasi kedatangan Tim Arkeologi Udayana. Hal ini nampak dengan beramai-ramai menghantar Tim arkeologi Udayana ke lokasi Gua Liang Peung. Ada yang menggunakan kendaraan roda dua, tak sedikit juga yang berjalan kaki menuju tempat peninggalan manusia masa lalu pada dinding Gua Liang Peung .

Lokasi Gua Liang Peung, berada sekitar 700 meter arah selatan Desa Hingalamamengi. Untuk mencapai lokasi Gua Liang Peung dapat dilakukan dengan kendaraan roda empat, roda dua bahkan berjalan kaki. Kondisi jalannya masih berupa jalan tanah. Masyarakat berharap Pemerintah dapat mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki prasarana dan sarana yang kelak dapat menjadi potensi destinasi Pariwisata di Pulau Lembata ini. (freddy tokan/Kominfo Lembata)

No comment for Arkeolog  Doktor Puji Laksmi Survey Gua Liang Peung di Desa Hingalamamengi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.