Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » APBL Gelar Simposium Internasional di Lembata, Juga Gelar Pekan Bahasa – Budaya Lembata

APBL Gelar Simposium Internasional di Lembata, Juga Gelar Pekan Bahasa – Budaya Lembata

(809 Views) August 4, 2017 11:16 am | Published by | No comment

Dr. Lanny Koroh, SPd, M.Hum

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Satu lagi kegiatan bertaraf internasional digelar di Lewoleba, Ibukota Kabupaten Lembata. Kali ini, Asosiasi Peneliti Bahasa Lokal (APBL) menggelar simposium internasional yang menghadirkan keynote speaker dari Malaysia, Prof. James Collins, PhD. Juga, digelar pekan bahasa-budaya Lembata.

Simposium yang sedianya digelar pada bulan Oktober 2017 mendatang itu juga menghadirkan lima pemakalah dari Indonesia dan Timor Leste, dengan tema: “Eksplorasi Butir-Butir Budaya Dalam Bahasa Lamaholot dan Kedang”. Sedangkan, tema pekan bahasa dan budaya Lembata: “Mengapreasiasi Pilar-Pilar Jati Diri Sebagai Insan Lamaholot dan Kedang”.

James Collins menyampaikan materi bertajuk ‘’Strategi Pelestarian Bahasa-Bahasa Lokal’’. Sedangkan, lima pembicara lainnya, masing-masing Abreu Ximenes (Timor Leste) : ‘’Diksi dan Konteks Penggunaan Bahasa Tetun-Dili dalam Keanekabahasaan di Timor Leste’’, Prof. Dr. Aron Meko Mbete (Indonesia) : ‘’Berbagi Fungsi dalam Masyarakat Multi Bahasa sebagai Strategi Pelestarian Bahasa Lokal”, Prof. Dr. Made Budiarsa, MA : ‘’APBL sebagai Wadah Peneliti dan Pelestari Bahasa-Bahasa Lokal’’, Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum : ‘’Pengendalian Kelisanan dan Pengembangan Keberaksaraan Masyarakat : (Bali sebagai Model) dan Dr. Lanny Koroh, SPd, M.Hum (Indonesia) : ‘’Bahasa dan Budaya Lontar sebagai Model Pelestarian Bahasa Lokal’’.

Selain para pakar, simposium juga menghadirkan pemakalah lokal Lembata, yakni para guru, baik guru SD, SMP maupun SMA/SMK. Mereka menyajikan makalah dengan topik yang disodorkan panitia, antara lain teks-teks (ritual) tentang adat istiadat dalam lingkaran hidup manusia: kelahiran, pernikahan, dan kematian (dapat dipilah antara ritual), teks-teks (ritual) dalam lingkaran kegiatan perladangan tradisional (menanam benih, panen, pesta pascapanen), teks-teks budaya kebaharian, termasuk ritual perburuan dan penangkapan, serta pembagian hasil buruan paus.

Topik lain yang ditawarkan panitia dari APBL adalah deskripsi tentang pengolahan kuliner lokal (wata, siput, dsb.), termasuk minuman tradisional (tuak lontar, enau), sastra lama puisi-puisi asli, dongeng, cerita-cerita rakyat, legenda, mitos, fable, dsb. Juga, termasuk teks permainan tradisional, teks pembuatan rumah-rumah adat, teks pengobatan tradisional, teks pelestarian lingkungan (pelestarian hutan, mata air) dan teks-teks doa-doa dalam agama/kepercayaan asli.

Kegiatan pekan bahasa dan budaya akan melibatkan para siswa TK/SD/SMP/SMA/SMK. Mereka akan tampil dalam kegiatan baca puisi dan berceritera dalam bahasa Lamaholot dan bahasa Kedang, serta Bahasa Indonesia untuk TK/SD/SMP. Juga, membaca puisi, berceritera (dongeng, legenda, produk budaya lokal dalam bahasa lokal (Lamaholot dan Kedang) sekaligus dalam bahasa Indonesia, dan (intinya) dalam bahasa Inggris. Digelar pula eksibisi permainan tradisional.

Kepada aksiterkini.com, Lanny Koroh yang baru saja menyelesaikan studi program doktoralnya di Universitas Udayana, Bali, mengaku jatuh cinta pada kekayaan budaya dan bahasa lokal di Lembata. Diharapkan, kegiatan yang akan melibatkan para guru sekabupaten Lembata tersebut bisa membawa manfaat bagi pelestarian budaya lokal.

Dijelaskan pula bahwa kegiatan akan digelar pada tanggal 25 – 28 Oktober 2017 di Hotel Palm Indah, Lewoleba, Lembata. (at01)

No comment for APBL Gelar Simposium Internasional di Lembata, Juga Gelar Pekan Bahasa – Budaya Lembata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *