Menu Click to open Menus
Home » EKBIS » Anak Muda Lembata Mampu Jadi Pengusaha Sanitasi

Anak Muda Lembata Mampu Jadi Pengusaha Sanitasi

(640 Views) March 22, 2017 7:57 am | Published by | No comment

Pelatihan pembuatan kloset yang digelas Plan Internasional Area Lembata.

LEWOLEBA, aksiterkini.com — Sebanyak 28 anak muda usia 18 – 29 tahun dari Kecamatan Omesuri, Buyasuri, Lebatukan dan Ile Ape terseleksi dan mengikuti pelatihan manajemen wirausaha sanitasi. Diharapkan nantinya mereka mampu jadi pengusaha sanitasi di Lembata.

Pelatihan yang dilakukan oleh Plan International Indonesia selama 5 hari dari tanggal 20 – 25 Maret 2017, ini difasilitasi oleh Forum Pengusaha Sanitasi Kabupaten Dompu yang sudah berhasil dalam usaha sanitasi. Mereka belajar membuat kloset dengan kualitas yang sama yang dijual di toko. Mereka juga belajar tentang bagaimana menjalankan kelompok usaha sanitasi, dan mengembangkan usaha sanitasi yang berkelanjutan dengan berkerja bersama lembaga keuangan seperti bank dan koperasi.

Program Area Manager Plan International Indonesia Program Area Lembata, Muhammad Thamrin melalui Communication Specialist, Tari Pujiwati, menjelaskan bahwa anak muda di Lembata memiliki potensi yang tinggi untuk mengembangkan sanitasi yang mandiri dan berkelanjutan dalam rangka mendukung komponen pasokan STBM dan menciptakan akses masyarakat miskin ke sarana sanitasi yang sehat.

“Kami ingin meningkatkan kemampuan anak muda terutama perempuan muda dalam memanfaatkan peluang pasar sanitasi yang berkelanjutan. Mereka akan mengembangkan produk dan layanan sanitasi sesuai yang diinginkan pasar khususnya masyarakat miskin pedesaan. Mereka juga bisa menciptakan peluang pasar sanitasi melalui serangkaian aktifitas promosi,” kata Thamrin.

Salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Lembata sendiri  yaitu pemenuhan akses sanitasi dan air bersih pada tahun 2019. Wirausaha sanitasi ini merupakan salah satu strategi mendorong percepatan pencapain akses sanitasi layak, didasari pada tiga komponen kegiatan dalam Program STBM yang saling berhubungan. Yakni; 1. Meningkatkan permintaan layanan sanitasi yang fokus pada upaya mengembangkan komitmen masyarakat dalam perubahan perilaku. 2. Memperkuat pasokan untuk pemenuhan kebutuhan sanitasi. 3. Mengaktifkan lingkungan yang mendukung dengan meningkatkan kemitraan antara pemerintah, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan swasta dalam presepsi yang sama mencapai sanitasi total.

Pelatihan wirausaha sanitasi dikembangkan secara maksimal untuk menjamin pemahaman konsep pengetahuan suplai sanitasi sehingga eserta mampu memberikan alternatif produk usaha sanitasi dan layanan pembuatan jamban kebutuhan jamban sehat bagi masyarakat miskin dan mampu melihat peluang dan bekerjasama dengan berbagai pihak di daerah dalam mengembangkan pasar sanitasi pedesaan. (at01)

No comment for Anak Muda Lembata Mampu Jadi Pengusaha Sanitasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.