Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Anak Muda Lembata Belajar Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Karya Seni

Anak Muda Lembata Belajar Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Karya Seni

(520 Views) April 6, 2017 12:40 pm | Published by | No comment

Suasana lokakarya yang digelar Plan Internasional Area Lembata. (foto: Tari Pujiwati)

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Plan Internasional Area Lembata terus melakukan terobosan untuk membangkitkan kepekaan terhadap perubahan iklim. Salah satunya, dengan menggelar lokakarya bagi 21 anak muda di Lembata (14 perempuan dan 7 laki-laki) mengikuti lokakarya interaktif terkait adaptasi perubahan iklim yang difasilitasi oleh Brigitte Rudram dan Margot Steenbergen dari Red Cross Red Cresent Climate Centre (RCCC) yang berkantor di London, Inggris.

Dalam lokakarya selama dua (2) hari ini, anak-anak muda mengikuti pelatihan kurikulum “Y-ADAPT”, sebuah permainan partisipatif untuk mengenalkan anak muda dan pemangku kepentingan lainnya tentang perubahan iklim. Kurikulum Permainan “Y-Adapt” ini sedang dikembangkan oleh RCCC, Plan International, dan Emerson College’s Engagement Lab di level internasional, dan diluncurkan pertama kali di Lembata.

Melalui kegiatan Y-ADAPT, diharapkan anak-anak muda ini bisa menjadi master dalam memfasilitasi rekan-rekan sebayanya terhadap kurikulum Y-ADAPT ini di tingkat desa dan sekolah.

Pada hari ketiga besok, 7 April 2017, anak-anak muda ini juga berkesempatan mengikuti lokakarya seni terkait dengan perubahan iklim yang difasilitasi Cat Young, seorang seniman dari Filipina. Hasil karya seni anak-anak muda Lembata ini akan ditampilkan di acara Community-Based Adaptation (CBA) ke-11, sebuah konferensi tingkat Asia dan Afrika, yang tahun ini dilaksanakan di Uganda pada Juni 2017.

Selain itu, selama 3 hari ini juga, akan dibuat video tentang pendapat anak-anak muda tentang perubahan iklim dan solusi yang mereka pikirkan. Video ini, rencananya akan ditampilkan di konferensi tingkat tinggi dunia tentang perubahan iklim yakni Conference of Parties (COP) ke-23 yang tahun ini dilaksanakan di Jerman pada November 2017.

Anak muda adalah bagian dari masyakarat yang juga memiliki kapasitas. Banyak contoh bahwa program bisa berjalan dengan baik ketika ada keterlibatan anak muda di dalamnya. Jadi, anak2 muda sangat mungkin untuk terlibat aktif dalam aksi adaptasi, bekerja bersama masyatakat, bahkan bisa menjadi agen perubahan. Anak muda itu kreatif dan energik, melalui permainan dan karya seni, kita ingin agar para pemuda bisa menjadi generasi muda yang cerdas iklim.

Hal ini diungkapkan oleh Angel Christy, Child Centered Climate Change Adaptation (4CA) Project Manager saat mendampingi Kimberly, Regional Climate Change Adaptation (CCA) Specialist Plan International Regional Asia.

Menurut Angel, Lembata adalah pulau kecil yang juga memiliki kerentanan terhadap perubahan iklim, seperti kekeringan, abrasi, dan sebagainya.

Selain itu, Lembata juga baru menerapkan program perubahan iklim, ini akan menjadi pintu masuk yang baik bagi anak muda untuk belajar tentang perubahan iklim dengan cara yang menyenangkan, yaitu melalui permainan dan karya seni. Anak muda ini juga dapat memberikan timbal balik dari pembelajaran yang mereka dapatkan untuk mengembangkan permainan ini.

“Ini sangat menarik, karena anak muda hanya melakukan permainan dan tanpa mereka sadari mereka sudah belajar banyak mengenai perubahan iklim dan dampaknya. Ini juga akan menginspirasi mereka untuk merancang solusi adaptasi perubahan iklim bagi teman sebayanya maupun bagi masyarakat di sekitarnya,” kata Muhammad Thamrin,  Program Area Manager Plan International Indonesia Program Area Lembata.

Setelah mengikuti lokakarya ini harapannya, anak-anak muda ini akan kembali ke masyakarat dan ke teman-teman pergaulan sebayanya, untuk kemudian mengkampanyekan dan bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Kita percaya bahwa anak muda harus terlibat dan berperan aktif untuk peningkatan ketahanan masyarakat terhadap iklim yang berubah, melalui aksi lokal yang dilakukan bersama masyarakat, aksi adaptasi yang cerdas iklim,” tutup Thamrin.(fince bataona/at01)

No comment for Anak Muda Lembata Belajar Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Karya Seni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *