Menu Click to open Menus
Home » EKBIS » Aktivis Taman Daun “Sulap” Limbah Jadi Miniatur Berharga

Aktivis Taman Daun “Sulap” Limbah Jadi Miniatur Berharga

(352 Views) March 13, 2018 6:13 am | Published by | No comment

Miniatur sepeda motor karya Archy Batafor. (foto: Jhon Sule)

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Barang bekas atau limbah rumah tangga biasanya hanya dibuang dan tidak memiliki nilai ekonomis, bahkan dapat merusak lingkungan. Namun, di tangan Archy Batafor, aktivis Taman Daun, barang bekas itu mampu disulap menjadi aneka miniatur motor yang unik dan bernilai ekonomis.

Untuk satu miniatur sepeda motor, dirakit secara lengkap, mulai dari ban, mesin, lampu, rem, hingga aksesoris lainnya, sehingga terlihat seperti kendaraan asli. Adapun barang bekas yang dikumpulkan antara lain kaleng bekas, plastik bekas, potongan kabel, kawat, serta baut dan besi bekas.

Menurut Archy Batafor, untuk menyelesaikan satu unit miniatur sepeda motor dibutuhkan waktu sekitar satu hari sampai pada proses finishing. Pengerjaan dilakukan dengan penuh ketelitian, karena lebih sulit merakit bentuk yang lebih kecil dari bahan limba dengan peralatan yang sederhana serta meletakan bagian-bagian terkecil pada posisinya masing-masing.

Mimpi Archy tidak hanya sebatas hiasan atau mainan anak semata. Ia juga mempunyai mimpi yang lebih besar, yakni mengembangkan hasil ciptaannya menjadi karya yang lebih berguna seperti motor alarm yang dapat mengatur waktu aktivitas manusia, serta beberapa inovasi lainnya yang sungguh besar dampaknya kehidupan manusia yang lebih baik. Namun beberapa inovasi besar itu belum dia ungkapkan.

Pengrajin/pegiat yang menghabiskan hari-harinya dengan menghasilkan berbagai karya seni di Taman Daun ini mengaku sangat bahagia dengan hasil ciptaannya karena dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat barang limbah.

Ia beharap semoga lebih banyak lagi putra-putri Lembata yang dapat berkreasi sebagai aksi cinta terhadap lingkungan serta mampu menciptakan karya yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Miniatur ciptaannya dipasarkan dengan berbagai harga tergantung tingkat kesulitan pengolahan dan bahan baku yang digunakan. Kisaran harganya antara Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. “Ada juga yang dijual dengan harga sampai Rp. 250 ribu atau Rp 500 ribu karena bahan baku tambahan yang juga mahal di pasaran,” ungkap Archy.(jhon sule/fre)

No comment for Aktivis Taman Daun “Sulap” Limbah Jadi Miniatur Berharga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *