Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Air Mata dan Histeria Umat Warnai Tablo Jalan Salib Jumat Agung di Paroki Wangatoa

Air Mata dan Histeria Umat Warnai Tablo Jalan Salib Jumat Agung di Paroki Wangatoa

(588 Views) March 31, 2018 12:01 am | Published by | No comment

Yesus jatuh tertelungkup dihajar para serdadu. Tampak Yesus telungkup tak berdaya. (Foto: freddy wahon)

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Aksi teatrikal Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Raja Wangatoa yang mementaskan kisah sengsara Yesus Kristus, Jumat (30/3/2018), di halaman gereja Kristus Raja Wangatoa benar-benar mengundang kesedihan yang mendalam. Sejumlah nenek-nenek, ibu-ibu dan anak-anak tak kuasa menahan air mata. Bahkan, ada juga lelaki paruh baya yang meneteskan air mata.

Seorang nenek malah berteriak histerik saat Yesus jatuh pertama kalinya. Aktor Yesus yang diperankan Paji Kotan, sungguh dramatis. Dia ditendang sekuat tenaga oleh para serdadu, dan dicambuk sungguh-sungguh. Tubuhnya yang kurus sampai terpental kena sepakan.

Dari perhentian ke perhentian, Yesus terus mengalami penyiksaan. Perempuan-perempuan Yerusalem yang hendak menghibur Yesus pun dikasari para serdadu. Umat yang larut dalam doa, berteriak histeris dan meminta serdadu tidak terlalu kasar. Namun para serdadu tetap saja melakonkan perannya dengan sungguh-sungguh.

Hingga pada perhentian pakaian Yesus ditanggalkan, para serdadu dengan sikap kasar melucuti pakaian Yesus hingga sobek. Mereka berebutan pakaian Yesus, hingga mengundinya.

Bunda Maria yang terus menemani perjalanan kisah sengsara Tuhan Yesus, tampak meneteskan air mata. Pun, beberapa serdadu kelihatan tak kuasa menahan air mata, walau perilaku kasar tak berubah.

Tampak Simon dari Kirene yang dilakoni Tope Hurek, berusaha menahan kayu salib agar tidak menindih tubuh Yesus yang terkulai. (foto: freddy wahon)

Suasana tampak tegang pada perhentian Yesus dipaku pada kayu salib. Para serdadu membalikkan salib yang sudah terikat tubuh Yesus, dan membantingnya. Sontak saja, ribuan umat histeris. Air mata tampak terus meleleh di pipi umat, terutama ibu-ibu dan anak-ana perempuan.

Umat kian larut dalam kesedihan saat Yesus wafat di kayu salib. Lagu ratapan yang dilantunkan kian membawa umat larut dalam duka mendalam. Sejumlah nenek tampak terisak dalam tangis.

“Mungkin mereka teringat kisah hidup mereka yang penuh duka sehingga menangis sesunggukan,” ucap Pastor Paroki Kristus Raja Wangatoa, RD Wenceslaus Herin, kepada aksiterkini.com.

Ketua OMK Paroki Kristus Raja Wangatoa, Lusia Mudapue pun tak kuasa menahan air mata. Kendati ikut bergabung dalam paduan suara yang mengiringi tablo, Lusia pun meneteskan air mata. “Terlalu sedih,” ucap dia, singkat.(fre)

No comment for Air Mata dan Histeria Umat Warnai Tablo Jalan Salib Jumat Agung di Paroki Wangatoa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.