Menu Click to open Menus
Home » DESTINASI » 80 Persen Dana Sudah Cair, Pembangun Jety dan Kolam Apung Di Awololong Tergantung Bupati Sunur

80 Persen Dana Sudah Cair, Pembangun Jety dan Kolam Apung Di Awololong Tergantung Bupati Sunur

(499 Views) January 28, 2019 4:28 am | Published by | No comment

Silvester Samun, SH

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Kendati dana proyek pembangunan Jety dan Kolam Apung di Pusau Pasir Awololong, Lewoleba, Lembata sudah cair 80 persen dari total nilai kontrak yang mencapai hampir Rp 7 miliar, namun kelanjutan pengerjaannya masih menunggu keputusan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun Pengguna Anggaran Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lembata sudah “angkat tangan”.

PPK proyek pembangunan Jety dan Kolam Apung di Pusau Pasir Awololong, Silvester Samun, SH mengakui kalau dana proyek tersebut sudah cair 80% dari nilai kontrak. Ini dilakukan karena pengerjaan proyek tersebut dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, pengadaan material jety dan kolam apung. Dan, tahap kedua, adalah pemasangan jety dan kolam apung di Pulau Pasir Awololong.

Ya, “Benar, bahwa anggaran sudah kita cairkan sebesar 80 persen untuk tahap penyediaan dan pengadaan. Dalam tahap ini, pihak kontraktor melakukan kontrak kerja bersama pabrik yang menyediakan barang. Setelah disediakan kita utus tim untuk memeriksa. Setelah memeriksa dan mendapat rekomendasi dari tim pemeriksa, kami melakukan pembayaran. Dan, saat ini barang untuk pemasangan jety apung sudah berada di Lewoleba. Siap dipasang. DPRD juga sudah pergi lihat kok. Tetapi karena ada aksi protes itu maka untuk sementara kita hentikan. menunggu hasil rapat koordinasi dengan berbagai pihak,” ungkap Silvester Samun, seperti dikutip Sandro Wangak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Apol Mayan menegaskan, pihaknya dalam melaksanakan pembangunan jety apung dan kolam renang di Pulau Pasir Awololong sudah melalui semua tahapan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Dia menandaskan bahwa yang dibangun itu bukan Hotel Apung. Tapi jety apung dan kolam renang.

Ya, “Pemerintah bukan bangun Hotel Apung di Awalolong. Karena dalam dokumen, nomenklaturnya pembangunan jety apung dan kolam renang,” ungkap mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata ini.

Lebih jauh Apol menjelaskan, proses pembahasan dan penetapan pembanguna jety apung di Pulau Siput sudah posedural, sebab pada saat pembahasan APBD Kabupaten Lembata, RPJMD Kabupaten Lembata tahun 2017-2022 masih dalam proses pembahasan, sehingga anggaran untuk pelaksanaan pembangunan jety apung dan kolam renang ditetapkan dalam dokumen anggaran mendahului perubahan.

Aksi massa di Pulau Pasir Awololong, Kamis (24/1/2019).

“Dan anggaran yang ditetapkan mendahului perubahan sudah ditetapkan pada bulan Januari 2018,” beber Apol yang didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Silvester Samun.

Disinggung ada dokumen gagal lelang tender proyek pembangunan jety apung yang diterbitkan tanggal 21 September 2018, Apol menyatakan itu menjadi kewenangan Pokja ULP. “Soal penerbitan dokumen gagal lelang tender itu menjadi kewenangan Pokja ULP. Kami sudah melakukan semua proses seuai aturan dan prosedur. Sehingga batas waktu pelaksanaan proyek ini sampai tanggal 31 Desember 2018. Dan saat ini sudah kita lakukan addendum waktu, selama 90 hari sampai akhir maret 2019,” ungkap Apol diamini Silvester Samun.

Silvester Samun menyampaikan bahwa pihaknya melakukan adendum waktu pekerjaan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015, Peraturan Kepala LKPP Nomor 14 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Perpres 70 Tahun 2012. Pereaturan Kepala LKPP Nomor 15 Tahun 2012 tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 194/PMK.05/2014 tentang Pelaksanaan Anggaran Dalam Rangka Penyelesaian Pekerjaan yang Tidak Terselesaikan Sampai Dengan Akhir Tahun Anggaran sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 243/MPK.05/2015.

“Adendum waktu dapat dilakukan bukan hanya karena alasan bencana alam, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan gangguan industri yang dikategorikan force majure tetapi juga dilakukan karena terjadi kondisi yang tidak dapat dikendalikan oleh para pihak. Ini berdasarkan perpres,” jelas Sil Samun.

Namun, saat hendak dilakukan pemasangan jety apung dan kolam renang dengan melakukan pemancangan tiang pancang, ratusan warga dan nelayan kota Lewoleba menggelar aksi unjuk rasa di perairan laut teluk Lewoleba hingga ke Pulau Pasir Awololong, Kamis (24/1/2019) lalu. Massa bahkan menggiring alat penumbuk tiang pancang kembali ke darat.

Akibatnya, pekerjaan terhenti total. Jumad (25/1/2019), digelar rapat koordinasi untuk mencarikan solusi atas kelanjutan pelaksanaan pekerjaan tersebut. Merebak wacana untuk melakukan relokasi. Namun belum jelas, apakah akan dilakukan relokasi atau tetap berkoordinasi dengan warga untuk melanjutkan pekerjaan ini.

PPK maupun Dinas Budpar Lembata masih menunggu sikap Bupati Sunur sebagai pimpinan tertinggi dalam mengambil keputusan karena saat ini secara teknis tinggal tahapan pemasangan.(fre/sandro wangak)

No comment for 80 Persen Dana Sudah Cair, Pembangun Jety dan Kolam Apung Di Awololong Tergantung Bupati Sunur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.