Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » 644 Anak Lembata, Kawin Usia Anak

644 Anak Lembata, Kawin Usia Anak

(458 Views) September 27, 2017 3:15 pm | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Dua puluh lima (25) prosen anak perempuan di Kabupaten Lembata, NTT telah terikat perkawinan. Perkawinan usia anak di Kabupaten Lembata terjadi pada usia 13 tahun.

Sejak empat tahun terakhir, sebanyak 644 anak terikat perkawianan usia anak, dalam range usia 13 hingga 19 Tahun. Meski mengalami trend penurunan, setiap tahun angka perkawinan usia anak masih tergolong tinggi. Sementara kasus kematian ibu sejak 2014 hingga juni 2017, 13 kasus dan kematian bayi 116 kasus.

Margareta Ose Making, staf Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata dalam materinya tentang pengaruh pernikahan usia anak terhadap kesehatan reproduksi dan angka kematian ibu dan anak, Rabu (27/9).

Bebicara dihadapan 10 peserta sehari menjadi Bupati, Making menjelaskan, daerah dengan tingkat ekonomi penduduknya menengah ke bawah dan angka putus sekolah yang tinggi kerap memiliki kebiasaan kawin di usia anak.

“Di sisi lain, peningkatan angka perkawinan usia anak juga disebabkan oleh pergaulan bebas yang berkaitan dengan maraknya perilaku seks beresiko di kalangan remaja. Hal ini seringkali membuat para orangtua terpaksa menikahkan putera-puterinya di usianya yang masih muda.

Perkawinan usia anak ini akan berpengaruh pada angka kelahiran di bawah 18 tahun. Dari perspektif pendidikan, perkawinan usia anak dapat menghalangi anak untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Mereka tidak memiliki kesempatan kedua untuk kembali sekolah dan mengenyam pendidikan. Hanya sedikit dari mereka yang meneruskan pendidikannya. Masa remaja anak yang menyenangkan pun tidak bisa dinikmati sebagaimana mestinya,” ujar Making.

Erlina Dangu, ​​​​FASO​​​OIC Field Sponsorship Manager, Plan Internasional Indonesia Program Implementasi areal Lembata menyebutkan, Kenyataan tersebut menginspirasi Plan International di seluruh dunia untuk merayakan Hari Perempuan Internasional (IDG) setiap tahun sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan gender khususnya hak dan kepemimpinan anak perempuan. Selama IDG 2016, Plan International berhasil mendukung anak perempuan untuk mengambil alih berbagai posisi kepemimpinan di dunia baik di pemerintahan maupun lembaga strategis lainnya.

Di Indonesia, Plan mendukung kaum muda, terutama anak perempuan untuk mengambil alih Departemen Tenaga Kerja, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak – Sehari Jadi Menteri (Menteri KPPPA dan Menteri Naker), Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), dan tiga Bupati di NTT.

“Mereka belajar memimpin dan memutuskan selama orientasi peran kepemimpinan yang didukung oleh pejabat pemerintah dan menjalankan pertemuan tingkat tinggi sebagai menteri muda, Gubernur, dan Bupati dan pejabat tinggi untuk membahas masalah pernikahan anak dan pekerja anak. Prosesnya disaksikan oleh Menteri, Gubernur, dan Bupati yang sesungguhnya termasuk pejabat tinggi mereka,” ujar Dengu, saat mendampingi 10 anak dalam kegiatan sehari menjadi Bupati Lembata.(san taum)

No comment for 644 Anak Lembata, Kawin Usia Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.