Menu Click to open Menus
Home » NASIONAL » 1000 Lilin Untuk Adelina Lisau, Air Mata Pun Tumpah Di Halaman Gereja Kristus Raja Wangatoa

1000 Lilin Untuk Adelina Lisau, Air Mata Pun Tumpah Di Halaman Gereja Kristus Raja Wangatoa

(261 Views) February 26, 2018 12:54 am | Published by | No comment

Romo Wens (berjubah) ditemani Ketua DPP, Tim Pastor dan para suster sedang menyalakan lilin. (foto: Clara Wahon)

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Minggu (25/2) malam, lebih dari 1000 umat Katolik Paroki Kristus Raja Wangatoa (KRW), baik anak-anak, remaja, pemuda maupun orang tua larut dalam kesedihan. Air mata sejumlah mantan buruh migran dan keluarga buruh migran tumpah saat menyaksikan rekaman video penyiksaan yang dialami Adelina Lisau, Tenaga Kerja Indonesia (TKI), asal Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang disiksa majikannya di Malaysia hingga menginggal dunia, Senin (12/2/2018) lalu.

Aksi 1.000 lilin dipandu wakil ketua seksi Pastoral Buruh Migran Dewan Pimpinan Paroki (DPP) KRW, Elias Keluli Making. Diawali dengan pemutaran rekaman video penyiksaan terhadap Adelina Lisau di Penang, Malaysia, hinggang meregang nyawa ditemani anjing milik majikannya.

Umat tampak sangat serius menonton sambil mendengar penjelasan aktivis peduli buruh migran, Kor Sakeng, yang juga ketua seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) DPP KRW. Sejumlah orang tua yang anaknya masih di tanah rantau tampak meneteskan air mata. Mereka duduk terpekur dalam kesedihan, sembari memanjatkan doa agar anak-anaknya di rantau tak mengalami nasib serupa Adelina Lisau.

Ketua DPP KRW, Karolus Kumbala Domaking menjelaskan bahwa aksi 1000 lilin ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan kesetiakawanan sejati yang menjadi tema aksi puasa pembangunan (APP) 2018 Keuskupan Larantuka. “Kami ingin mewujudkannya dalam aksi seribu lilin ini untuk Adelina Lisau, buruh migran yang menjadi korban penganiayaan majikannya di Malaysia. Banyak juga dari umat paroki ini yang sedang di perantauan atau pernah merantau. Mari kita doakan agar semua baik adanya,” ucap Kumbala saat menyampaikan sekapur sirih mengawali acara.

1000 Lilin untuk Adelina Lisau bikin air mata umat tumpah di halaman gereja KRW. (foto: Clara Wahon)

Sebelum lilin dinyalakan, anggota Orang Muda Katolik (OMK), Adelian Liarian membacakan puisi suara buruh migran diiringi koleganya, gitaris Yota Kotan.

Pastor Paroki PKRW, Romo Wenceslaus Herin, Pr didaulat memimpin pembakaran lilin duka cita untuk Adelina Lisau didampingi pastor pembantu, Romo Dominikus Luro, dan dua pastor tamu, Pater Yansen dan Romo Alo. Para suster, Ketua DPP KRW dan pengurus DPP KRW serta ketua lingkungan dan perwakilan ketua Kelompok Basis Gerejani (KBG), serta perwakilan organisasi gerejani diajak naik ke panggung menemani acara pembakaran lilin.

Saat pembakaran lilin, dua puisi untuk Adelina Lisau dibacakan Ketua Seksi Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Tuhan, Freddy Wahon, dan aktivis CIS Timor, Lembata, Ani Lamak. Puisi yang ditulis khusus untuk acara ini oleh “Perempuan Biasa” Dr. Lanny Koroh, dibacakan Reyneldis Lelangwayan. Puisi perempuan dibacakan Katarina Veronika Mudapue, diiringi gitaris Yonta Kotan.

Lebih 1000 umat terharu atas kasus Adelina Lisau. (Foto: Clara Wahon)

Pastor Paroki KRW, Romo Wens Herin dalam renungannya, mengatakan, tentang pentingnya kesetiakawanan. “Seribu lilin ini mengingatkan bahwa kita telah menempatkan diri secara sadar, bahwa kita terpanggil, bahwa gereja sebagai iman, harapan dan kasih, sebagai keselamatan. Kita tidak bisa hanya menjadi penonton tapi kita membuka jendela solidaritas terhadap para migran, perantau saudara-saudara kita dengan segala kesulitan yang mereka hadapi bahkan menjadi korban,” ucap Romo Wens dalam renungannya.

Tanda nyala 100 lilin malam ini, sambung Romo Wens, sebagai bentuk doa solidaritas atas kesetiakawanan kita terhadap para perantau, buruh migran. “Kesetiakawanan yang juga menjadi tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2018 diterjemahkan dalam doa sebagai bentuk solidaritas kita. Cahaya lilin yang kecil ini, menjadi terang dunia bagi dan menyampaikan pada semua bahwa, kita juga setia kawan,” tandasnya.

Vokal Grup OMK Kristus Raja Wangatoa menambah pedih umat yang terlibat aksi 1000 lilin. (Foto: Fince Bataona)

Romo Wens juga mengingatkan kepada umat bahwa gereja tidak bisa membatasi setiap orang pergi bekerja di luar negeri. Namun gereja juga tidak bisa melarang. Romo Wens mengingatkan agar bila ada umat yang berniat kerja keluar negeri untuk mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku tentang tenaga kerja.

Sebuah lagu yang dipersembahkan Adelian Liarian bersama 4 anggota OMK Paroki Kristus Raja Wangatoa menutup acara seribu lilin. Lagu penutup benar-benar menghanyutkan kesedihan umat yang hadir. (fre)

No comment for 1000 Lilin Untuk Adelina Lisau, Air Mata Pun Tumpah Di Halaman Gereja Kristus Raja Wangatoa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *